kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini langkah Kemendag dongkrak harga karet


Jumat, 09 Mei 2014 / 17:48 WIB
Ini langkah Kemendag dongkrak harga karet
ILUSTRASI. Penyebab kenapa anak kucing tidak mau menyusu induknya.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana untuk membuat untuk mendongkrak harga karet alam lagi. Untuk rencana ini, Kemendag mengaku sudah menyiapkan beberapa jurus yang diharapkan bisa menaikkan harga karet alam.

Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, setidaknya langkah mendongkrak harga karet itu dilakukan lewat jalur eksternal dan internal. Di tingkat regional, Indonesia akan mengusulkan agar International Tripartite Rubber Council (ITRC) ditingkatkan dan dikembangkan menjadi Asean Rubber Committee atau Asean Rubber Cooperation.

Dikembangkannya persoalan karet ketingkat yang lebih luas itu karena produsen karet sudah berkembang, dan kini tak hanya Thailand, Indonesia dan Malaysia saja. Saat ini Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar juga sudah memproduksi karet. "Ada kerja sama karet alam Asena. Jadi tidak hanya tiga negara," ujar Bayu, Jumat (9/5).

Bersatunya produsen karet di Asean itu diharapkan bisa membuat harga karet kembali menguat. Sementara itu untuk jalur internal, terdapat dua hal yang dapat dilakukan dengan cara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Kedua hal tersebut adalah meningkatkan produksi karet rakyat, dan meningkatkan kualitas kualitasnya.

Sekadar gambaran saja, di Indonesia produksi karet rakyat rata-rata hanya 600 kilogram (kg) per hektar (ha)-700 kg per ha. Padahal, dinegara lain produksi karet sudah bisa mencapai 2 ton per ha-3 ton per ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×