CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Ini penyebab laba bersih Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMFI) anjlok


Senin, 11 Maret 2019 / 21:11 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Laba bersih PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) sepanjang 2018 anjlok lantaran depresiasi dollar dan harga bahan bakar.

Iwan Joeniarto, Direktur Utama GMFI menyebutkan bahwa penurunan laba disebabkan beberapa faktor. "Berkaitan dengan depresiai dolar kemudian bahan bakar naik sekitar US$ 60 per barrel lebih ini mempengaruhi operator air line yang mempengaruhi kemampuan bayar," jelasnya di Tangerang, Senin (11/3).

Ia menjelaskan lebih jauh, dengan kenaikan harga bahan bakar tersebut turut mempengaruhi operator penerbangan domestik khususnya dalam kemampuan membayar yang mengakibatkan untuk modal kerja perusahaan harus meminjam. Dengan begitu, pihaknya mengalami peningkatan beban keuangan yang lebih besar. "Karena cash-in dan cash-out tidak seimbang," tuturnya.

Adapun Sriwijaya Airlines disebutnya yang menjadi kontribusi terbesar dari penunggakan pembayaran sehingga mempengaruhi laba bersih perusahaan. Namun, sejak November kemampuan membayar pelanggannya membaik sehingga ia berharap di tahun ini pun berlanjut sehingga bisa menurunkan beban keuangan perusahaan.

Untuk diketahui, laba bersih perusahaan anjlok 40,06% dari sebelumnya berada di kisaran US$ 50,95 juta di tahun 2017 menjadi US$ 30,54 juta pada tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×