Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten distributor mesin pengemasan dan suku cadang industri, PT Mitra Pack Tbk. (PTMP), menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar 15% menjadi Rp 238,81 miliar pada 2026.
Direktur Utama PTMP Ardi Kusuma mengatakan, dalam proyeksi bisnis tiga tahun ke depan, perusahaan membidik penjualan neto sebesar Rp238,81 miliar pada 2026. Nilai tersebut ditargetkan meningkat menjadi Rp274,63 miliar pada 2027 dan Rp302,1 miliar pada 2028.
“Perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas kinerja melalui ekspansi pasar, penguatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional,” ungkap Ardi, dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Dari sisi profitabilitas, perseroan menargetkan laba kotor Rp68,49 miliar pada 2026, meningkat menjadi Rp75,34 miliar pada 2027 dan Rp82,87 miliar pada 2028.
Baca Juga: Industri Kaca Siap Serap Lonjakan Permintaan di Tengah Diversifikasi Kemasan
Sementara itu, laba bersih diproyeksikan mencapai Rp14,33 miliar pada 2026, kemudian naik menjadi Rp16,48 miliar pada 2027 dan Rp18,13 miliar pada 2028.
Ardi menjelaskan, PTMP akan memperluas penetrasi pasar pada sektor makanan dan minuman, farmasi, serta produk konsumsi yang dinilai memiliki pertumbuhan permintaan stabil.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat solusi teknologi melalui pengembangan sistem coding and marking, labeling, hingga sistem inspeksi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan industri terhadap sistem pengemasan modern dan efisien.
Menurut Ardi, PTMP ingin memosisikan diri sebagai mitra strategis pelanggan dalam mendukung tren otomatisasi dan digitalisasi industri manufaktur.
“Pertumbuhan industri kemasan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi perseroan di pasar,” katanya.
Baca Juga: Harga Aluminium Global Naik, Dampak Bagi Industri Kemasan Kaleng Masih Terbatas
Di samping penguatan bisnis inti sebagai distributor mesin pengemasan dan suku cadang industri, PTMP juga mulai menambah portofolio produk alat medis sekali pakai sebagai bagian dari diversifikasi usaha.
Selain itu, perusahaan turut memperluas jaringan penjual resmi guna memperkuat penetrasi pasar domestik.
PTMP menilai prospek industri kemasan masih positif seiring pertumbuhan sektor manufaktur, ritel, dan e-commerce yang terus mendorong permintaan solusi pengemasan dan identifikasi produk di Indonesia.
Di sisi lain, PTMP juga berencana melaksanakan aksi korporasi pada 19 Juni 2026 sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan penguatan struktur permodalan.
Manajemen menyebut aksi korporasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja perseroan sekaligus memperkuat posisi bisnis dalam menghadapi dinamika industri dan peluang pertumbuhan ke depan.
Baca Juga: Industri Plastik Bertahan di Mode Survival, Inaplas Pastikan Belum Ada PHK
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













