Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belanja global untuk teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diproyeksikan terus melonjak dalam dua tahun ke depan seiring masifnya transformasi digital di berbagai sektor industri.
Data Gartner menunjukkan belanja global untuk AI diperkirakan mencapai US$ 2,5 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi US$ 3,3 triliun pada 2027. Infrastruktur AI diproyeksikan menjadi komponen investasi terbesar, disusul layanan dan perangkat lunak berbasis AI.
Di Indonesia, investasi AI diperkirakan dapat berkontribusi hingga US$ 366 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2030, terutama ditopang sektor manufaktur, e-commerce, dan jasa keuangan.
Country Leader Alcatel-Lucent Enterprise Novse Hardiman mengatakan percepatan adopsi AI membuat kebutuhan infrastruktur digital yang aman dan siap AI menjadi semakin penting bagi perusahaan.
“Artificial intelligence bukan lagi sekadar visi masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bisnis bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif dan tangguh,” ujarnya dalam ALE AI Forum 2026 di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: EMTK Gandeng Google Cloud Kembangkan Produksi Konten Berbasis AI
Menurut Novse, perusahaan kini mulai menghadapi tantangan pengelolaan volume data yang semakin besar dan kompleksitas operasional digital yang terus meningkat.
Karena itu, organisasi dinilai membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung otomatisasi, analitik data, keamanan siber, hingga pengelolaan jaringan secara real time.
Melalui ALE AI Forum 2026 bertajuk Enabling Indonesia’s Intelligent Digital Infrastructure, Alcatel-Lucent Enterprise mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk membahas implementasi AI dalam pengembangan infrastruktur digital nasional.
Forum tersebut membahas pemanfaatan AI untuk modernisasi jaringan perusahaan, optimalisasi data center, serta peningkatan efisiensi operasional berbasis otomatisasi cerdas.
Baca Juga: Alibaba Cloud Perluas Bisnis AI dan Cloud di Indonesia, Bidik Sektor Strategis
Menurut Novse, portofolio solusi berbasis AI yang dikembangkan perusahaan diarahkan untuk membantu organisasi menyederhanakan operasional infrastruktur digital sekaligus meningkatkan visibilitas sistem.
“Organisasi yang akan berhasil di masa depan adalah mereka yang mampu mengadopsi AI yang bermanfaat dalam mendukung transformasi bisnis dan meningkatkan kelincahan operasional,” katanya.
Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor teknologi, industri, dan pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Pelaku industri menilai pengembangan AI-ready infrastructure akan menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis, keamanan digital, serta efisiensi operasional perusahaan di masa depan.
Transformasi tersebut diperkirakan akan semakin mendorong kebutuhan investasi pada jaringan cerdas, cloud, data center, hingga teknologi komunikasi terintegrasi dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: ProSnap Resmi Meluncur, Tawarkan Otomasi Dokumen Berbasis AI untuk Perusahaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













