Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.171
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Ini penyebab operator telekomunikasi kesulitan bangun jaringan

Rabu, 14 Maret 2018 / 13:09 WIB

Ini penyebab operator telekomunikasi kesulitan bangun jaringan
ILUSTRASI. Teknisi XL Axiata Mengecek Antena BTS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap teknologi informatika harus direspon cepat oleh pelaku usaha. Meski begitu, hingga kini operator telekomunikasi kerap kesulitan untuk membangun jaringan di daerah.

Merza Fachys, President Director PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengatakan ada beberapa kendala untuk membangun jaringan di daerah. Hal ini karena sulitnya perizinan di daerah serta mahalnya biaya pembangunan.

"Kami minta bantu fasilitasi oleh Menteri, tidak hanya di kota besar tetapi kota tingkat dua itu mulai menutup karena kalau kami bangun jaringan susah karena perlu gali dan lainnya," ujar Merza di Jakarta, Rabu (14/3).

Merza menambahkan ada proteksi kota terhadap proyek-proyek penambahan jaringan. Selain itu, proses perizinan semakin sulit dan ongkos yang diperlukan juga tidak murah. "Maunya internet cepat, harga murah dan tidak ada gangguan tetapi mau buat jaringan saja sulit," lanjutnya.

Danny Buldansyah, VP Director PT Hutchinson 3 Indonesia menambahkan saat ini pemerintah daerah dan kota belum memandang jaringan telekomunikasi sebagai fasilitas publik. Sehingga untuk operator meningkatkan kapasitas dan coverage jaringan menjadi sulit.

"Contoh untuk bisa coverage di bandara itu sangat mahal, di MRT tidak tahu akan seperti apa," ujar Danny.

Danny bilang dengan sulitnya izin dan uang investasi yang besar perlu ada campur tangan pemerintah pusat. Sebab perlusan jaringan berkaitan dengan fasilitas publik ini seharusnya difasilitasi bukan malah dipersulit.

"?Mudah-mudahan harga untuk pelanggan lebih affordable dengan itu, kami juga berharap cost kami juga bisa dibantu," lanjut Danny.

Rahmadi Mulyohartono, Group Head Commercial LTE EXCL menambahkan jaringan dan kecepatan menjadi salah satu kebutuhan. "Tetapi bangun transmisi ke fiber itu banyak kendala ditemukan, jadi minta bantuan pemerintah untuk fiber ini, karena backbone kami sudah ada tinggal ke BTS saja," lanjut Rahmadi.

Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Herlina Kartika

TELEKOMUNIKASI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0813 || diagnostic_web = 0.3522

Close [X]
×