kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -31,00   -0,17%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini strategi GMF AeroAsia dongkrak kinerja di tengah pandemi Covid-19


Kamis, 04 Juni 2020 / 16:50 WIB
Ini strategi GMF AeroAsia dongkrak kinerja di tengah pandemi Covid-19
ILUSTRASI. Jumpa pers GMF Aero Asia (GMFI) di kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GMF AeroAsia Tbk (GMF) menyampaikan, dampak dari pandemi Covid-19 cukup mempengaruhi kinerja Perseroan pada Kuartal I 2020 ini. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan volume penerbangan yang diakibatkan dari kebijakan lockdown di beberapa negara.

"Namun, hingga Mei 2020 Perseroan masih terus menerima project-project baru dari beberapa customer untuk meningkatkan pendapatan. Projectnya seperti perawatan airframe dari beberapa customer internasional antara lain dari Korea selatan dan timur tengah," ujar VP Corporate Secretary & Legal Maryati kepada kontan.co.id, Kamis (4/6).

Baca Juga: Ini strategi Garuda Maintenance (GMFI) saat wabah virus corona (Covid-19)

Maryati juga menjelaskan, sepanjang Kuartal I belum banyak ekspansi yang dilakukan Perseroan, karena melihat kondisi covid-19 saat ini. "Penyerapan lebih mengutamakan untuk operasional. Untuk ekspansi kita utamakan kerjasama yang minim belanja modal atau capital expenditure," paparnya.

Tapi pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih detail mengenai ekspansi yang sudah dilakukan. "Dikarenakan kondisi covid ini memaksa kita untuk fokus pada upaya pemulihan pasca pandemi," ujar Maryati.

Maryati menyebut, dengan merebaknya pandemi COVID-19 di seluruh dunia dan pembatasan transportasi antar negara, industri penerbangan kini menghadapi masa yang menantang, di mana kapasitas dan fleet utilization yang menurun, serta langkah berat yang harus diambil untuk menghentikan beberapa penerbangan, menuntut airlines untuk melakukan beberapa business adjustment.

"Namun Perseroan saat ini optimis karena melihat tren pelonggaran lockdown di beberapa negara dan untuk di domestik sendiri," katanya.

Baca Juga: Pendapatan naik 10,52%, GMFI mencatat rugi US$ 3,19 juta pada tahun lalu




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×