kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini tanggapan manajemen Gojek soal para driver yang mengancam demo besok


Selasa, 14 Januari 2020 / 19:24 WIB
Ini tanggapan manajemen Gojek soal para driver yang mengancam demo besok
ILUSTRASI. Sejumlah pengendara ojek daring menunggu orderan penumpang di shelter ojek daring di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (14/8/2019). Shelter tersebut menjadi titik kumpul para pengendara ojek daring untuk menjemput dan mencari penumpang yang diharapk

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia berencana menggelar aksi demonstrasi ojek online (ojol) terbesar pada 15-16 Januari 2020. Ribuan pengemudi ojol dari beberapa wilayah akan turun dalam aksi ini. Pernyataan itu disampaikan Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono.

Asal tahu saja, aksi tersebut digelar guna menuntut tiga hal utama. Pertama, berikan ojol legalitas, lalu evaluasi tarif ojol se-Indonesia, dan batasi penerimaan ojol di kota/daerah yang sudah terlalu padat ojol.

Baca Juga: Cara gojek memberi apresiasi kepada mitra pengemudi

Hal tersebut di tanggapi oleh VP Region Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say. Menurutnya, penyampaian aspirasi adalah kebebasan setiap masyarakat di Indonesia. "Kami hanya bisa berharap bisa menjaga kondusifitas dan keamanan agar bisa berjalan penyampaian aspirasinya dengan baik," ujarnya kepada kontan.co.id di Jakarta pada Selasa (14/1).

Karena penyampaian aspirasinya pun menurut Michael adalah itikad driver yang mempunyai aspirasi. "Sebetulnya kami sudah punya wadah-wadah resmi, dan tanpa ada demo pun mereka bisa menyampaikan aspirasi dengan bebas," katanya.

Adanya aksi demo adalah kebebasan beraspirasi. Michael mengatakan bahwa Gojek tidak bisa menghalang-halangi. "Yang bisa kami sampaikan adalah kami harap mitra -mitra Gojek bisa menjaga kondusifitas dan keamanan," jelasnya.

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) bakal tambah armada tahun ini

Michael menambahkan, Gojek mempunyai komunitas kopi darat (kopdar) mitra. Gojek mengundang komunitas untuk datang dan menyampaikan aspirasinya. "Itu yang selalu kami lakukan secara siklus dua minggu sekali kami ketemu secara nasional," kata dia.

Mengenai evaluasi permintaan penurunan tarif ojek online Michael mengaku, untuk ojek online dan taksi online adalah dua hal yang sudah di atur oleh pemerintah mengenai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor (PM) 12 Tahun 2019, dan PM 118 Tahun 2018.

Michael menjelaskan, pada intinya Gojek sebagai warga usaha yang baik pasti akan menuruti apapun itu keputusan yang dilakukan oleh pemerintah. Karena dari awal pun pemerintah mengeluarkan aturan terkait dengan tarif dan lain-lain. "Gojek sudah mengikuti jadi apapun itu keputusannya kami akan mengikuti dengan baik," pungkasnya.




TERBARU

Close [X]
×