Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operator dan pemegang participating interest (PI) terbesar, Inpex Corporation (Inpex) menargetkan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair Abadi Masela, dapat menjadi Carbon Capture Storage (CCS) hub atau pusat CCS.
Asal tahu saja, proyek LNG Blok Masela memiliki investasi total mencapai US$ 20,94 miliar atau setara dengan Rp342,21 triliun (asumsi kurs Rp16.342 per dolar AS). Sedangkan, pengembangan CCS-nya memakan dana US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun, atau 5% dari total investasi.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan terdapat peluang Abadi Masela menjadi CCS hub karena bisa menerima pengiriman emisi karbondioksida (CO2) tidak hanya dari Blok Masela, namun dari tempat lain, bahkan diimpor dari negara lain.
"Tidak hanya dari proyek Masela, tapi dari luar juga bisa diinjeksi di situ. Jadi semacam hub untuk injeksi CO2," ungkap saat konferensi pers Peresmian Tahap FEED LNG Abadi Masela, dikutip Jumat (29/08/2025).
Baca Juga: Proyek LNG Abadi Masela Mulai FEED, SKK Migas Targetkan Rampung Akhir 2025
Dalam kesempatan yang sama President & CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, mengatakan meski berfokus pada produksi LNG, gas sampingan yang cukup banyak dihasilkan adalah karbondioksida atau CO2.
"CO2 tersebut akan disuntikkan ke dalam CCS untuk Proyek Abadi. Namun, mungkin kapasitas Abadi CCS jauh lebih besar dari jumlah total injeksi CCS Abadi," kata dia.
Meski tidak menyebut kapasitas CO2 atau reservoir dari CCS Abadi Masela, Ueda menyebut masih tersisa banyak tempat untuk menampun CO2 sehingga dapat menerima dari negara lain.
"Tidak hanya dari proyek Masela, tapi dari luar (luar negeri) juga bisa diinjeksi di situ. jadi dari semacam hub untuk injeksi CO2," ungkap dia.
Baca Juga: Inpex Tunjuk Adhi Karya (ADHI) Garap FEED Proyek LNG Blok Abadi Masela
Adapun saat ini proyek Blok Abadi Masela telah memasuki masa Front End Engineering Design (FEED) dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Kemudian awal tahun depan, masuk dalam fase Final Investment Decision (FID).
"Hari ini kita menyaksikan dimulainya pelaksanaan FEED, namun demikian kita tahu bahwa secara jujur proyek ini cukup agak tertunda-tunda yang menurut bahasa Jepang disebut Nanakorobi Yaoki yang artinya tujuh kali jatuh, delapan kali bangkit," Djoko.
Ia juga berjanji izin FID akan dipermudah, jika INPEX Corporation memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sumber daya manusia dalam negeri.
"Selama menggunakan TKDN yang cukup besar, tenaga kerja maupun barang dalam negeri, SKK Migas tanpa lama-lama langsung akan menyutujuinya, untuk biayanya," jelasnya.
Selanjutnya: Konsumsi AS Solid Juli, Sinyal Kuat Jelang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/8), Waspada Hujan Lebat di Provinsi Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News