kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

INSA: Perbedaan kebijakan buat pelayaran nasional jago kandang


Selasa, 21 Mei 2019 / 19:12 WIB
INSA: Perbedaan kebijakan buat pelayaran nasional jago kandang


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Indonesia National Shipowner Association (INSA) harapkan perlakukan yang sama sebagaimana pelayaran asing dapatkan terkait perpajakan. Hal itu guna menjaga pelaku industri perkapalan Indonesia tak jago kandang.

Carmelita Hartoto, Ketua Umum INSA memaparkan bahwa tujuannya untuk meningkatkan daya saing nasional dengan pelayaran asing. "Tujuan akhirnya adalah untuk menyeimbangkan neraca jasa transportasi ekspor dan impor yg selama ini defisit," terangnya kepada kontan.co.id, Selasa (21/5).

Adapun dari kebijakan perpajakan tersebut disebutkan nilai yang dibebankan untuk pajak pertambahan nilai adalah 1,2% final. Sedangkan untuk pajak pendapatan dari jasa angkut atau freight adalah 10%. Lalu PPN bahan bakar 10% dan PBBKB daerah untuk solar adalah 5%.

Dari sana pihaknya menilai bahwa melalui pemberlakuan tersebut dampak yang ditimbulkan pada sudah jelas freight pelayaran nasional dinilai lebih mahal dari pelayaran asing. Bahkan disebutnya bahwa 90% muatan ekspor maupun impor dibawa oleh kapal asing. "Jadi, bagi pelayaran nasional hanya bisa bermain jadi jago kandang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×