kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Insentif B40-B50 Capai Rp 32 Triliun, Realisasi Semester I-2026 Tembus Rp 17 Triliun


Senin, 27 Juli 2026 / 13:41 WIB
Insentif B40-B50 Capai Rp 32 Triliun, Realisasi Semester I-2026 Tembus Rp 17 Triliun
ILUSTRASI. Seorang pengemudi mengisi bahan bakar kendaraannya dengan biodiesel yang mengandung 50% bahan bakar (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatatkan penyerapan insentif program mandatori biodiesel yang positif hingga paruh pertama tahun ini. 

Penyaluran dana dukungan tersebut terus bergulir untuk menopang kelancaran implementasi program pencampuran bahan bakar nabati B40 hingga B50 yang tengah dipacu oleh pemerintah.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman mengungkapkan, alokasi anggaran insentif untuk kebutuhan Public Service Obligation (PSO) pada tahun berjalan ini telah diproyeksikan secara terukur. 

Baca Juga: Pemerintah Mantap Terapkan E10 di 2027, Tapi Masih Defisit Etanol 3,5 Juta Kiloliter

Dia menyebutkan, lebih dari separuh dari total pagu anggaran yang disiapkan untuk sepanjang tahun 2026 tersebut kini telah berhasil disalurkan.

"Untuk tahun 2026, proyeksi insentif B40/B50 PSO (Public Service Obligation) kurang lebih sebesar Rp 32 triliun, sampai dengan bulan Juni sudah disalurkan sekitar Rp 17 triliun," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (27/7/2026).

Di sisi pendapatan, lanjut Eddy, kinerja penerimaan pundi-pundi dana kelolaan BPDP justru menunjukkan tren kenaikan yang memuaskan.

Dia bilang, realisasi penerimaan Pungutan Ekspor (PE) komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya pada semester pertama tahun 2026 ini tercatat mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"PE sampai semester 1 2026 lebih tinggi dari PE periode yang sama tahun 2025. Penerimaan PE semester 1 2026 sekitar Rp 21 triliun," tandasnya.

Terkait dengan wacana pengembangan bahan bakar nabati berbasis etanol, Eddy menegaskan bahwa fokus serta mandat lembaga yang dipimpinnya saat ini masih terbatas pada komoditas kelapa sawit. 

Baca Juga: Laba Bersih Astra Otoparts (AUTO) Naik 22,6% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya

Pihaknya belum mendapatkan penugasan khusus untuk mengelola maupun mengucurkan dana dukungan bagi pengembangan produk bioetanol seperti E10 yang bakal bergulir pada tahun 2027 mendatang.

"Dalam kaitannya dengan penyediaan dan penggunaan bahan bakar nabati, sampai dengan saat ini BPDP hanya ditugaskan untuk pemberian insentif pengembangan bahan bakar nabati dalam bentuk biodiesel dari sawit," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×