kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Insentif Motor Listrik 2026 Belum Jelas, Industri Minta Kepastian Pemerintah


Senin, 14 September 2026 / 18:48 WIB
Insentif Motor Listrik 2026 Belum Jelas, Industri Minta Kepastian Pemerintah
ILUSTRASI. Pelaku industri sepeda motor listrik mulai berpacu dengan waktu untuk mendapatkan kepastian program insentif pembelian motor listrik pada 2026 (ANTARA FOTO/AKRAMUL MUSLIM)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri sepeda motor listrik mulai berpacu dengan waktu untuk mendapatkan kepastian program insentif pembelian motor listrik pada 2026. Hingga pertengahan September, pemerintah belum menetapkan secara resmi skema, besaran insentif, mekanisme penyaluran maupun waktu pelaksanaan program tersebut.

Public Relation & Event Executive Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Riniwaty Sinaga mengatakan, kepastian kebijakan menjadi kebutuhan utama industri saat ini. Pasalnya, waktu efektif pelaksanaan program insentif pada 2026 semakin terbatas.

"Yang paling penting saat ini adalah adanya kepastian kebijakan," kata Riniwaty kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, implementasi insentif membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat, penyiapan sistem dan administrasi, kesiapan industri serta dealer, hingga proses klaim dan settlement.

Memasuki awal Desember, proses transaksi juga praktis sudah harus mulai diselesaikan untuk kebutuhan settlement akhir tahun. Karena itu, semakin lambat keputusan dan teknis pelaksanaan ditetapkan, semakin terbatas ruang untuk memberikan dampak terhadap pasar tahun ini.

Baca Juga: Rusal Segera Bangun Smelter Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final

Riniwaty menilai kepastian juga penting untuk mencegah konsumen menunda pembelian. Sebab, wacana insentif yang telah muncul tetapi belum diikuti kepastian mengenai nilai dan mekanisme berpotensi menciptakan efek tunggu atau wait and see.

Padahal, insentif berperan dalam meningkatkan keterjangkauan (affordability) sekaligus memperkecil kesenjangan harga antara motor listrik dan motor konvensional.

"Pengumuman atau wacana insentif yang muncul lebih dahulu sementara mekanisme, nilai, waktu pelaksanaan dan teknisnya belum siap justru berpotensi membuat konsumen menunda pembelian," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, kebijakan yang semestinya mendorong pertumbuhan pasar justru berpotensi memperlambat transaksi. Karena itu, AISMOLI meminta pemerintah segera menentukan skema, anggaran, target penerima serta waktu implementasi apabila program tersebut memang akan dijalankan.

Di sisi lain, AISMOLI menyadari pertumbuhan pasar motor listrik tidak bisa selamanya bergantung pada subsidi pembelian. Jika insentif kembali tertunda atau tidak jadi diberikan, ekspektasi pertumbuhan pasar motor listrik 2026 berpotensi terdampak, terutama karena sebagian konsumen sudah telanjur menunggu kepastian.

Untuk jangka panjang, AISMOLI mendorong pemerintah mempertimbangkan dukungan dari sisi industri dan rantai pasok. Kebijakan tersebut dapat diarahkan untuk menekan biaya produksi, memperkuat lokalisasi komponen dan meningkatkan daya saing produk.

Baca Juga: Pasokan Gas Seret, Enam Industri Keramik Mulai Kurangi Produksi

Dengan begitu, keterjangkauan harga motor listrik dapat terbentuk secara lebih berkelanjutan dan tidak sepenuhnya bergantung pada insentif pembelian setiap tahun.

"Tujuan kita bukan hanya meningkatkan angka penjualan kendaraan listrik. Kita ingin motor listrik menjadi pilihan ekonomi yang rasional bagi masyarakat," ujar Riniwaty.

Menurut dia, semakin luas penggunaan motor listrik, manfaatnya juga dapat meluas, mulai dari pengurangan konsumsi BBM dan beban subsidi energi hingga peningkatan penggunaan energi domestik serta penguatan industri nasional.

Karena itu, AISMOLI berharap pemerintah segera memberikan kepastian. Jika insentif masih akan dijalankan pada tahun ini, pelaksanaannya perlu memiliki waktu yang cukup agar dapat memberikan dampak optimal.

Sebaliknya, jika tidak memungkinkan, pemerintah perlu menyampaikan keputusan tersebut secara jelas sehingga industri dapat menyusun strategi pasar tanpa berada dalam kondisi wait and see.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×