kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Insentif untuk cabai mencapai Rp 500 miliar


Selasa, 03 Maret 2015 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. Para analis memberikan rekomendasi saham teknikal untuk PGEO, ACST, PGAS untuk hari ini (19/9)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) menganggarkan Rp 500 miliar untuk insentif cabai. Kemtan akan membantu infrastruktur kepada petani cabai serta mendesak Pemerintah Daerah untuk mandiri produksi cabai.

Hasanuddin Ibrahim, Direktorat Jendral (Dirjen) Hortikultura Kemtan mengatakan, anggaran Rp 500 miliar dari APBNP khusus untuk cabai. Salah satu gerakan yang akan dilakukan adalah gerakan tanaman cabai pada musim kemarau.

Gerakan tersebut akan dilakukan untuk 15.000 hektare. Nantinya, Kemtan akan membantu dalam bentuk bantuan pompa, plastik perak, border benih dan irigasi tetes. Bantuan akan diberikan untuk satu kelompok sebesar Rp 150 juta per hektare.

"Selama ini petani cabai tanam di musim hujan dan panen saat kemarau. Kondisi ini membuat harga cabai saat musim hujan naik tinggi. Tahun depan tidak boleh lagi seperti ini. Petani menanam cabai dalam dua musim agar harga cabai tidak naik tinggi," tandas Hasanuddin pada Selasa (3/2).

Hasilnya nanti tahun depan harga cabai bisa menurun sekitar 20% sampai 30% dari harga cabai saat ini bertengger pada kisaran Rp 5.000 per kilogram (kg) sampai Rp 50.000 per kg.

Disamping itu, rencana pemerintah  mewajibkan pemda untuk mandiri produksi cabai dan bawang. Sehingga tidak dibebankan kepada sentra selama ini menjadi penyokong cabai dan bawang. Bahkan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman telah menyurati bupati di seluruh Indonesia untuk mampu swasembada.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×