kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Intiland Development (DILD) berharap kebijakan bekerja dari rumah segera berakhir


Kamis, 14 Mei 2020 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. Intiland Development (DILD) berharap kebijakan bekerja dari rumah segera berakhir. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/27/03/2018


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intiland Development Tbk berharap kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) segera berakhir. Pihaknya menilai kebijakan tersebut cukup mengganggu aktivitas bisnis.

Direktur Intiland Archied Noto Pradono menilai walaupun banyak keuntungan yang diperoleh karyawan melalui aktivitas WFH, tetapi dengan WFH dinilai belumlah efektif dan produktif dibandingkan cara lama. Menurutnya, hal tersebut lantaran perlunya investasi teknologi, komitmen etos kerja, kesadaran kerja untuk karyawan dan fairness antara karyawan yang WFH dan non-WFH.

"Inikan terpaksa saja," ujarnya kepada kontan.co.id, Kamis (14/5).

Baca Juga: Harga sewa gedung perkantoran cenderung stabil saat ini

Kendati begitu, pihaknya menekankan pihaknya lebih mengutamakan keselamatan karyawannya dari bahaya pandemi virus corona. "Oleh sebab itu kami harus melakukan sebab WFH juga sebagai sarana agar bisa tetap bekerja dengan aman," lanjutnya.

Di tengah kondisi saat ini, pihaknya juga terus berupaya menjaga kinerja perusahaan. Salah satunya dengan menggenjot penjualan melalui platform digital.

Baca Juga: Subsidi bunga kredit menguntungkan pengembang properti

Selain itu, emiten dengan kode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga terus berupaya dengan mengamati perubahan 'behaviour' konsumen di tengah pandemi ini. Juga, efisiensi biaya perusahaan untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×