kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Investasi di industri alas kaki dan sepatu kian bertumbuh


Rabu, 12 Juni 2019 / 18:28 WIB

Investasi di industri alas kaki dan sepatu kian bertumbuh


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Produsen Sepatu Indonesia (Aprisindo) menilai Indonesia masih dianggap menarik bagi investasi asing untuk membangun lini produksinya di dalam negeri. Sebab sudah banyak brand internasional yang telah lama diproduksi di Indonesia.

Keseriusan investasi itu juga mulai ditampakkan pasca lebaran ini, dimana Firman Bakri, Direktur Eksekutif Aprisindo mengatakan bahwa asosiasi tengah memfollow-up rencana salah satu pabrik anggotanya yang bakal menambahkan investasinya di Indonesia. Firman masih enggan membeberkan detil investasi tersebut, yang jelas masih pemain lama tapi jenisnya Penanaman Modal Asing (PMA).

"Cukup besar, tapi belum tau berapa nilainya. Masih perlu kami verifikasi lagi," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6). Soal ketertarikan manufaktur China yang merelokasi pabrik nya ke Indonesia, Aprisindo mengaku siap-siap saja jika merangkul investor tersebut.

Hanya saja saat ini tampaknya belum ada investasi dari China yang terealisasi. "Sejak akhir tahun lalu sudah ada investasi baru dari China ke Indonesia, kami harap tahun ini bisa bertambah lagi," sebut Firman.

Kabar terakhir soal investasi sepatu tercatat ialah pembangunan pabrik baru datang dari Korea Selatan lewat perusahaan Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar US$ 75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah. Serta ada Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai US$ 100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat.

Agar investasi semakin bergairah, menurut Firman, pemerintah perlu mendorong keberadaan insentif yang lebih menarik. Saat ini sektor alas kaki baru mendapat tax allowance yang menurutnya belum menarik bagi investor.

"Kami harap pemerintah bisa menambahkan dalam bentuk tax holiday untuk eksisting dan investasi baru di alas kaki," kata Firman. Serta usulan Kementerian Perindustrian soal insentif untuk Research and Development (R&D) dan Vokasi yang masih di meja Kementerian Keuangan diharapkan dapat diputuskan segera.


Reporter: Agung Hidayat
Video Pilihan


Close [X]
×