kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.004   -16,00   -0,09%
  • IDX 5.944   27,46   0,46%
  • KOMPAS100 774   3,66   0,48%
  • LQ45 588   3,26   0,56%
  • ISSI 205   0,08   0,04%
  • IDX30 332   1,40   0,42%
  • IDXHIDIV20 410   1,76   0,43%
  • IDX80 88   0,47   0,54%
  • IDXV30 111   0,63   0,57%
  • IDXQ30 107   0,48   0,45%

Investasi Hilirisasi Migas Ditargetkan Capai US$ 68,1 Miliar hingga Tahun 2040


Minggu, 24 September 2023 / 06:55 WIB
Investasi Hilirisasi Migas Ditargetkan Capai US$ 68,1 Miliar hingga Tahun 2040


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal, mengatakan bahwa rencana pengembangan hilirisasi gas cukup menarik. Sebab, potensi gas di RI cukup besar dan lebih mudah ditingkatkan produksinya.

Kendati demikian, hilirisasi gas dihadapkan pada tantangan harga pasokan dari lapangan gas yang bisa mencapai US$ 7 per MMCF lantaran biaya produksi yang besar. Harga tersebut, menurut Moshe, melampaui harga ideal untuk misalnya proyek kilang LPG berkapasitas 50 metrik ton per hari, yaitu sebesar US$ 5 per MMCF.

Sementara itu, pengembangan kilang dalam hilirisasi minyak dihadapkan pada tantangan internal rate of return (IRR) yang rendah, yaitu bisa berkisar 9%. Padahal, biaya pengembangannya tinggi, yakni berkisar miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

“Untuk sebuah proyek dikatakan menarik kalau IRR di atas 14% biasanya,” ujar Moshe saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/9).

Menurut Moshe, pemerintah bisa mengatasi persoalan tingginya harga gas dari hulu dengan membangun infrastruktur gas. Sebab, biaya distribusi memiliki peranan yang besar dalam membentuk harga gas dari hulu.

Sementara itu, persoalan IRR pengembangan kilang minyak bisa diatasi dengan menjamin kepastian offtake, misalnya oleh Pertamina.

Nah, si (pengembang) kilang swasta dengan adanya kepastian offtake dari Pertamina akan bisa meyakinkan investor untuk (membenamkan investasi),” terang Moshe.

“Menggabungkan kilang dan (produksi) petrokimia juga bisa membuat IRR lebih baik,” imbuh Moshe.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×