kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investasi lewat perusahaan rintisan terus didorong


Rabu, 03 Oktober 2018 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi fintech


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketersediaan dollar Amerika Serikat (AS) terbatas di pasar uang masih menjadi isu karena membuat rupiah terus melemah. Tapi, ada jurus tambahan yang bisa membuat ketersediaan dollar AS bertambah. Salah satunya, melalui pemberdayaan peran ekonomi digital.

Aldi Haryopratomo, CEO GO-PAY mengatakan, kondisi tersebut bakal memancing aliran modal dari investor global kepada perusahaan teknologi di Indonesia. Sehingga menambah ketersedian dollar AS. "Baru dan dibidik oleh investor dan talenta internasional untuk masuk ke Indonesia," ujar Aldi, dalam siaran persnya, Rabu (3/10).

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengajak para milenial untuk mendirikan perusahaan rintisan (start up) dengan daya tarik kuat bagi investor. GO-JEK merupakan salah satu perusahaan unicorn dari Indonesia yang menyedot minat investor global untuk berinvestasi di Indonesia.

”Kalau tiba-tiba ada investor di luar negeri yang senang dengan GO-JEK, wah GO-JEK itu unicorn yang keren banget ya, saya mau masuk deh, misalnya Jack Ma masukin US$ 1,5 miliar, lalu Google masukin US$ 1,5 miliar, maka suplai dollar kita naik,” jelas Sri Mulyani.

Itu yang menjadi dasar Sri Mulyani menghimbau para generasi milenial untuk mendirikan perusahaan teknologi yang menghadirkan produk atau jasa yang berdampak positif terhadap perekonomian nasional dan masyarakat. 

Dengan demikian, jumlah perusahaan digital yang seperti demikian akan bertambah banyak serta menarik minat investor global untuk berinvestasi di perusahaan start up Indonesia.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyarankan generasi muda meluangkan waktunya untuk meningkatkan produktivitas dan kreatifitas yang mampu menganalisa solusi dari suatu masalah. 

Sri Mulyani mencontohkan Aldi yang berhasil menjembatani ibu-ibu di salah satu desa di Cilegon, Banten, untuk melakukan arisan digital agar bisa membeli panci. ”That is exactly yang saya katakan untuk mencari peluang dari problema," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×