kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

IRESS: UU Minerba di manipulasi karena ada tekanan


Jumat, 10 Januari 2014 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Cara Mudah Menghilangkan Objek di Foto Tanpa Perlu Punya Skill Editing dan Aplikasi.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Direktur Eksekutif IRESS (Indonesian Resources Studies) Marwan Batubara menilai pemerintah sebenarnya paham dengan kewajiban hilirisasi dan larangan ekspor mineral.

Namun karena berbagai kepentingan dan tekanan membuat pemerintah mencarikan jalan dan memanipulasi penafsiran UU Minerba. "Inkonsistensi sikap dengan relaksasi, membuka kembali kesempatan ekspor secara besar-besaran," ujar Marwan di kawasan SCBD, Jumat  (10/1).

Marwan menyebut dalam lima tahun terakhir eksploitasi mineral meningkat berlipat ganda. Indonesia menjadi objek pengurasan massif bahan mentah guna mengamankan persediaan negara lain. Akibatnya harga produk mineral turun, penerimaan negara lebih rendah dari tingkat produksi yang berlipat ganda serta kerusakan lingkungan.

Marwan menjelaskan Indonesia menjadi negara pengekspor 60% bijih nikel dan 66% bijih bauksit ke China. Dengan begitu negara kehilangan pendapatan dari sektor minerba. akibat aksi penyelundupan mencapai Rp 6 triliun.

Nilai kerugian ini merupakan selisih antara data impor yang dimiliki China dengan data ekspor yang diterbitkan Kementerian ESDM. "Kita sudah terlalu lama jadi pencundang. Apa iya terus seperti itu," ungkap Marwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×