kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.035   17,00   0,10%
  • IDX 7.109   -75,89   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,16   -1,02%
  • LQ45 721   -6,08   -0,84%
  • ISSI 254   -2,82   -1,10%
  • IDX30 391   -2,46   -0,62%
  • IDXHIDIV20 485   -1,83   -0,38%
  • IDX80 111   -1,01   -0,91%
  • IDXV30 135   -0,05   -0,04%
  • IDXQ30 127   -0,74   -0,57%

Isu terorisme memanas, karyawan HERO batal demo besok


Senin, 14 Mei 2018 / 21:46 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat Pekerja PT Hero Supermarket Tbk (SPHS) rencananya akan menggelar aksi yang akan dilaksanakan besok, Selasa (15/5). Informasi tersebut didapat dari surat yang dikirimkan pihak SPHS ke Polda Metro Jaya dengan noor 009/SPA/DPN-SPHS/V/2018.

Tak lama berselang muncul pemberitahuan pada nomor surat 769/SM/Leasing/V/2018 yang menyatakan bahwa aksi demonstrasi yang akan dilakukan di Kantor Pusat Hero di Sektor 7 Bintaro Tangerang Selatan itu tidak jadi dilakukan. Selanjutnya, kegiatan di kantor pusat Hero akan berlangsung normal.

Salah satu koordinator lapangan aksi SPHS Hidayat Saefullah mengatakan alasan pihak SPHS berencana melakukan aksi dikarenakan ada masalah manajemen antara karyawan Hero dengan manajemen Hero. “Juga ada masalah tuntutan kami terkait upah struktural,” katanya saat Kontan.co.id pada Senin (14/5).

Lebih lanjut, Saefullah enggan berkomentar lebih detil perihal aksi tersebut. Pasalnya, karena tidak jadi dilaksanakan, pihaknya sedang melakukan dialog internal dengan pihak manajemen Hero.

Nah, untuk alasan aksi tidak jadi dilaksanakan yakni karena SPHS merasa kondisi keamanan negara sedang tidak stabil pasca pengeboman di Surabaya. “Karena kondisi negara yang sedang tidak stabil pasca bom Surabaya, kami tidak ingin merepotkan pihak kepolisian,” kata Saefullah.

Sebelumnya dalam surat dari SPHS ke Polda Metro Jaya, karyawan Hero yang akan melakukan aksi sekitar 5.000 orang. Adapun tuntutan dalam surat tersebut yakni menolak tindaan arogansi manajemen Hero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×