kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Isu terorisme memanas, karyawan HERO batal demo besok


Senin, 14 Mei 2018 / 21:46 WIB
Isu terorisme memanas, karyawan HERO batal demo besok
ILUSTRASI.


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat Pekerja PT Hero Supermarket Tbk (SPHS) rencananya akan menggelar aksi yang akan dilaksanakan besok, Selasa (15/5). Informasi tersebut didapat dari surat yang dikirimkan pihak SPHS ke Polda Metro Jaya dengan noor 009/SPA/DPN-SPHS/V/2018.

Tak lama berselang muncul pemberitahuan pada nomor surat 769/SM/Leasing/V/2018 yang menyatakan bahwa aksi demonstrasi yang akan dilakukan di Kantor Pusat Hero di Sektor 7 Bintaro Tangerang Selatan itu tidak jadi dilakukan. Selanjutnya, kegiatan di kantor pusat Hero akan berlangsung normal.

Salah satu koordinator lapangan aksi SPHS Hidayat Saefullah mengatakan alasan pihak SPHS berencana melakukan aksi dikarenakan ada masalah manajemen antara karyawan Hero dengan manajemen Hero. “Juga ada masalah tuntutan kami terkait upah struktural,” katanya saat Kontan.co.id pada Senin (14/5).

Lebih lanjut, Saefullah enggan berkomentar lebih detil perihal aksi tersebut. Pasalnya, karena tidak jadi dilaksanakan, pihaknya sedang melakukan dialog internal dengan pihak manajemen Hero.

Nah, untuk alasan aksi tidak jadi dilaksanakan yakni karena SPHS merasa kondisi keamanan negara sedang tidak stabil pasca pengeboman di Surabaya. “Karena kondisi negara yang sedang tidak stabil pasca bom Surabaya, kami tidak ingin merepotkan pihak kepolisian,” kata Saefullah.

Sebelumnya dalam surat dari SPHS ke Polda Metro Jaya, karyawan Hero yang akan melakukan aksi sekitar 5.000 orang. Adapun tuntutan dalam surat tersebut yakni menolak tindaan arogansi manajemen Hero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×