kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.994   23,00   0,13%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

PTBA Produksi Batubara 19,45 Juta Ton di Semester I-2026, Penjualan 21,10 Juta Ton


Jumat, 24 Juli 2026 / 09:58 WIB
PTBA Produksi Batubara 19,45 Juta Ton di Semester I-2026, Penjualan 21,10 Juta Ton
ILUSTRASI. PTBA mencatat volume produksi batubara sebesar 19,45 juta ton, dengan realisasi volume penjualan sebanyak 21,10 juta ton pada semester I-2026.(KONTAN/Yuliana Hema)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan realisasi kinerja operasional sepanjang semester I-2026. Anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini mencatat volume produksi batubara sebesar 19,45 juta ton, dengan realisasi volume penjualan sebanyak 21,10 juta ton dengan didukung oleh level persediaan yang optimal.

Direktur Utama Bukit Asam, Bambang Ismawan mengatakan bahwa kinerja operasional pada periode ini mencerminkan komitmen PTBA dalam menjaga kesinambungan produksi dan pasokan batu bara kepada pelanggan. Di tengah dinamika kondisi pasar dan harga batubara, PTBA menjaga keandalan operasional dan memperkuat rantai pasok.

PTBA juga mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. “Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," terang Bambang melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Telkomsel Optimistis Prospek Bisnis Fixed Broadband Masih Positif hingga Akhir 2026

Hingga semester I-2026, penjualan domestik tercatat sebanyak 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan. Sedangkan penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 49%. Penjualan ekspor PTBA meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, hingga Thailand.

Meski penjualan ekspor meningkat, tapi Bambang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas PTBA, termasuk untuk mendukung ketahanan energi nasional. Hingga Semester I 2026, penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton. 

Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55% dari total produksi, atau telah melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan pemerintah. "Hal ini menunjukkan komitmen PTBA dalam menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar ekspor," tegas Bambang.

Baca Juga: Modena Luncurkan PLTS Atap untuk Dukung Transisi Energi Ancora Indonesia (OKAS)

Dari sisi angkutan, PTBA tercatat mengangkut 18,15 juta ton batubara hingga Juni 2026. Volume angkutan melalui jalur kereta api mencapai 17,47 juta ton. Menurut Bambang, hal ini mencerminkan dukungan infrastruktur logistik yang andal terhadap kelancaran distribusi batubara PTBA.

Bambang menambahkan, PTBA juga terus menerapkan selective mining untuk menjaga efektivitas kegiatan penambangan. Hingga Semester I 2026, PTBA membukukan stripping ratio sebesar 5,26x, sehingga masih berada dalam kisaran target tahunan Perseroan sebesar 5,63x.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan usaha, PTBA terus merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko, guna meningkatkan kinerja operasional Perseroan secara berkelanjutan.

"Memasuki Semester II 2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batubara global.," tutup Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×