kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jagung impor akan tekan harga ayam Rp 1.000 per kg


Senin, 08 Februari 2016 / 18:50 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Upaya Perum Bulog melakukan operasi pasar (OP) jagung menggunakan jagung impor baru akan berdampak pada harga ayam sekitar dua pekan hingga tiga pekan ke depan.

Hal itu terjadi karena saat ini, para peternak masih menggunakan pakan ternak dari bulan sebelumnya. Diperkirakan harga ayam berpotensi turun muladi Rp 600 - Rp 1.000 per kilogram (kg).

Saat ini harga rata-rata daging ayam hidup di tingkat peternak mencapai berkisar Rp 18.500 per kg hingga Rp 19.000 per kg. Sementara harga ayam karkas antara Rp 32.000 - Rp 35.000 per kg. Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN) Ahmad Dawami kepada KONTAN, Senin (8/2).

Ahmad mengatakan harga ayam di Jabodetabek akan mengalami penurunan sebagai dampak dari jagung impor yang sudah mengguyur pasar.

"Kami perkirakan HPP ayam akan turun menjadi Rp 16.500 - Rp 17.000 per kg sekitar dua pekan lagi," ujarnya.

Selain karena dampak penurunan harga pakan lantaran masuknya jagung impor, penurunan harga daging ayam disebabkan berkurangnya permintaan konsumen.

Sebagian masyarakat mengurangi pembelian ayam karena harga yang sempat melambung tinggi hingga Rp 37.000 per kg dua pekan lalu akibat krisis jagung yang berdampak pada melonjaknya harga pakan ternak.

"Pasolan ayam yang banyak membuat harga ayam turun sebab permintaan tidak sebesar pasokan yang ada," imbuh Ahmad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×