kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.605   52,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

MoraRepublic Perkuat Layanan Broadband Pasca Merger, Bidik 5 Juta Homepass pada 2026


Jumat, 15 Mei 2026 / 10:11 WIB
MoraRepublic Perkuat Layanan Broadband Pasca Merger, Bidik 5 Juta Homepass pada 2026
ILUSTRASI. MoraRepublic memperkokoh posisinya untuk bersinergi memperkuat jaringan di industri telekomunikasi. (Dok. My republic/My republic)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) atau MoraRepublic memperkokoh posisinya untuk bersinergi memperkuat jaringan di industri telekomunikasi, khususnya pasca penggabungan entitas (merger) antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dengan PT Eka Mas Republik (MyRepublic) sejak April 2026 lalu.

Chief Network Officer MoraRepublic, Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya menargetkan capaian 5 juta homepass pada tahun ini sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan layanan broadband di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga fokus memperluas layanan fixed wireless access (FWA) di sebanyak 179 kota di Indonesia.

Menurut Hendra, penggabungan dua entitas ini mempersatukan kekuatan yang selama ini dimiliki keduanya. MoraRepublic optimistis, warisan (legacy) MyRepublic yang kuat di sisi last mile dan Moratelindo yang dinilai unggul dari aspek backbone, dapat mendorong pertumbuhan bisnis ke depan.

Baca Juga: Kadin China Surati Prabowo Soal Kebijakan di Sektor Tambang, Ini Kata Pebisnis Nikel

"Jadi dua kekuatan ini saling sinergi, saling mengisi. Dengan bergabungnya dua kekuatan ini, ditargetkan ada banyak efisiensi, inovasi-inovasi teknologi yang baru, serta sinergi di berbagai macam sektor," ujarnya kepada Kontan di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Saat ini, hasil penggabungan keduanya pun disebut telah menjangkau sekitar 200 kota dan kabupaten di Indonesia. Infrastruktur yang dimiliki mencakup submarine cable yang menghubungkan antarpulau, jaringan inland fiber dari Sumatra hingga Papua, data center, hingga layanan enterprise dengan lebih dari 17.000 pelanggan.

Hendra menyebutkan, strategi pasca merger lebih difokuskan pada efisiensi operasional dan optimalisasi belanja modal (capex). Sebelumnya, sebagian jaringan MyRepublic masih bergantung pada backbone pihak ketiga. Setelah merger, perusahaan dapat mengutilisasi jaringan backbone milik Moratelindo untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas layanan pelanggan.

Untuk ekspansi, MoraRepublic saat ini fokus mengembangkan layanan fiber-to-the-home (FTTH) di sejumlah wilayah, terutama Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta Bali dan Nusa Tenggara. Adapun layanan fixed wireless access (FWA) dikembangkan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali dan Nusa Tenggara.

Hendra menambahkan, tren konsolidasi di industri telekomunikasi memang menjadi langkah yang diperlukan untuk menjawab kebutuhan trafik data yang terus meningkat dan pemerataan konektivitas nasional. Menurutnya, sinergi antar-operator dapat membantu optimalisasi belanja modal sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: APINDO: Satgas Deregulasi Harus Benahi Ketidakpastian Kebijakan

Di sisi lain, industri telekomunikasi masih menghadapi tantangan kenaikan harga perangkat jaringan, terutama fiber optik dan chipset, yang tak terlepas dari ketidakpastian geopolitik. Sebagai strategi, MoraRepublic terus melakukan optimalisasi desain jaringan dan material agar ekspansi tetap berjalan dengan belanja modal yang terukur.

Selain fokus pada infrastruktur, perusahaan juga mulai mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sejumlah lini bisnis. Misalnya, untuk analisis produktivitas tim sales, analisis data, customer experience, hingga sistem otomatisasi penanganan pesan pelanggan.

Menjawab kebutuhan industri untuk terus bertahan di era teknologi, MoraRepublic juga berkolaborasi dengan perusahaan teknologi global, ZTE, dalam mempercepat ekspansi layanan broadband yang inklusi dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

"Kami yakin internet sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Jadi, dengan adanya kolaborasi serta demand dan supply ekosistem ini, diharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi digital di Indonesia," terang Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×