kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jangan marah-marah, lakukan langkah ini jika kena tag link porno di Facebook


Senin, 26 April 2021 / 11:43 WIB
ILUSTRASI. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh korban untuk membasmi konten porno tersebut dan melindungi akun Facebook dari praktik phising. REUTERS/Johanna Geron/Illustration


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah melaporkan Facebook Page yang menjadi biang kerok masalah ini," pungkas Alfons. Dengan begitu, Facebook page tersebut bisa segera ditindak lanjuti oleh Facebook. Di samping itu, korban mention massal bisa memberitahu pelaku mention massal untuk segera mengganti kredensial akunnya.

Sebab, kata Alfons, akun yang digunakan untuk melakukan mention massal ini biasanya adalah akun yang melakukan login ke situs phising sehingga kredensial akun Facebooknya berhasil dicuri. 

"Jika anda ingin berbaik hati, informasikan kepada akun yang melakukan mention supaya segera mengganti password Facebooknya karena sudah disalahgunakan untuk mention massal," kata Alfons. 

Baca Juga: Akun Facebook ditandai link video porno, ini yang harus dilakukan

Gunakan antivirus dan lindungi akun dengan 2FA 

Pengguna juga bisa melakukan cara pencegahan agar tidak menjadi korban phising dan akunnya digunakan untuk melakukan mention massal. Alfons menyarankan para pengguna Facebook untuk memasang antivirus yang baik pada komputernya. 

Antivirus yang baik mampu melindungi pengguna dari ancaman kejahatan siber, seperti phising, ransomware, dan ancaman lainnya. 

Tak lupa Alfons mengingatkan pengguna agar menambah lapisan perlindungan pada akun media sosialnya dengan menggunakan otentikasi dua faktor (TFA). Sistem keamanan TFA ini dapat mencegah aksi pencurian akun karena mampu memberikan lapisan keamanan tambahan apabila kredensial akun (username dan password) bocor. 

"Hindari menggunakan akun digital jika hanya dilindungi kredensial tradisional, seperti username dan password saja," pungkas Alfons. 




TERBARU

[X]
×