kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jaringan Fiber Makin Masif, Jartatel Mendorong Penataan dan Pembenahan Kabel


Jumat, 02 Oktober 2026 / 18:12 WIB
Jaringan Fiber Makin Masif, Jartatel Mendorong Penataan dan Pembenahan Kabel
ILUSTRASI. Serat optik (Dok/Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan konektivitas internet yang terus meningkat mendorong pembangunan jaringan serat optik semakin masif. Namun, perluasan jaringan tersebut juga membawa tantangan dalam menjaga kerapian dan kenyamanan ruang kota.

Pemerintah menargetkan penetrasi fixed broadband meningkat dari 21% pada tahun 2025 menjadi 50% pada tahun 2029. Jaringan serat optik juga ditargetkan menjangkau 90% kecamatan di Indonesia.

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) menilai, perluasan jaringan perlu diikuti penataan infrastruktur kabel. Karena itu, asosiasi mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri telekomunikasi.

"Kami ingin berkolaborasi dengan pemerintah merapikan kabel serat optik demi terciptanya layanan internet yang cepat dan andal, tanpa mengganggu kenyamanan warga," kata Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, dalam keterangannya, Jumat (2/10)

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Perkuat Restrukturisasi Keuangan, Fokus Benahi Bisnis Inti

Menurut Raymond, infrastruktur internet semakin penting bagi aktivitas ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, penataan kabel perlu tetap mempertimbangkan keberlanjutan layanan.

Sebagai salah satu langkah awal, Jartatel telah menyelesaikan penataan kabel serat optik di wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi. Pendanaan kegiatan tersebut dari anggota asosiasi tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Jartatel juga mendorong anggotanya melakukan penataan jaringan secara preventif dan kolaboratif. Salah satu skema yang ditawarkan adalah pembentukan konsorsium antar-pelaku usaha sehingga biaya penataan kabel dapat ditanggung bersama.

Raymond menilai, pola tersebut dapat menjadi jalan tengah antara kebutuhan pemerintah daerah menata ruang kota dan kepentingan perusahaan telekomunikasi mengembangkan jaringan.

Jartatel juga berharap, pemerintah daerah membuka komunikasi dengan perusahaan telekomunikasi untuk membahas kendala teknis, administratif maupun komersial dalam penataan jaringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×