Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) mendorong penguatan daya saing industri kopi nasional melalui kolaborasi dan pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui gelaran Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 untuk mempertemukan berbagai pelaku industri kopi dalam satu forum.
Sekretaris Jenderal Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Gusti Laksamana, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kopi, baik dari sisi keragaman origin maupun sumber daya manusia di sektor hilir.
Baca Juga: Target Lifting Gas RAPBN 2027 Turun, Aspermigas Soroti Serapan dan Harga Gas
"Melalui Indonesia Coffee Expo, kami ingin menghadirkan ruang yang mampu mempertemukan seluruh ekosistem tersebut agar tercipta lebih banyak kolaborasi, transfer pengetahuan, dan peluang usaha. Kami berharap ICX dapat menjadi salah satu penggerak lahirnya inovasi sekaligus memperkuat posisi kopi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," ujar Gusti, Kamis (20/8/2026).
ICX Jakarta 2026 digelar PT Dyandra Promosindo bersama SCAI pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Gelaran tersebut menjadi puncak rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026.
Penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 ditargetkan mampu menarik lebih dari 10.000 pengunjung dan melibatkan 75 brand. Selain itu, ajang tersebut diproyeksikan mencatat potensi transaksi on the spot hingga sekitar Rp 4 miliar.
Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan ICX tidak hanya diarahkan sebagai pameran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi.
"Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 kami rancang sebagai ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi dalam satu ekosistem. Di saat yang sama, kami ingin setiap pengunjung, baik Explorer yang ingin menikmati pengalaman baru, Entrepreneur yang mencari peluang pengembangan bisnis, maupun Industry Player yang ingin memperluas jejaring dan kemitraan, dapat menemukan apa yang mereka cari di ICX," ujar Daswar.
Menurut Daswar, potensi transaksi ICX tidak hanya berasal dari transaksi langsung selama pameran. Pasalnya, terdapat pula peluang transaksi B2B yang membutuhkan tindak lanjut setelah gelaran berakhir.
"Tapi ini kan ada transaksinya sebetulnya B2B. Jadi ada tadi yang buat entrepreneur yang baru melakukan usaha coffee, yang menaikkan (volume) bijinya, itu mungkin tidak bisa on the spot. Tapi on the spot itu nilainya Rp 4 miliar," katanya.
Selain membuka peluang transaksi dan business matching, ICX Jakarta 2026 juga menghadirkan program edukasi dan kompetisi untuk meningkatkan kualitas pelaku industri kopi. Salah satunya Indonesia Barista Championship (IBrC) Region 1–Jakarta yang menjadi bagian dari rangkaian seleksi barista terbaik Indonesia.
Kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta baru sekaligus memperkuat standar profesionalisme industri kopi nasional.
Baca Juga: Summarecon Mall Bekasi Ubah Pasar Senggol Jadi Hungry Playground, Ada Apa Saja?
Di sisi lain, SCAI melihat perkembangan industri kopi nasional turut diikuti perubahan preferensi konsumen. Gusti mengatakan tren konsumsi kopi kini mulai bergeser setelah pertumbuhan kedai kopi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Ia memaparkan, perkembangan industri kopi mulai terlihat signifikan sejak sekitar 2015–2016 dan semakin berkembang setelah pandemi. Salah satu perubahan yang terlihat adalah meningkatnya eksplorasi konsumen terhadap pilihan kopi dan menu yang lebih beragam.
"Sekarang tuh banyak banget di media bisa dilihat menunya tuh macem-macem sekali. Tapi cara menikmatinya tuh sudah mulai bergeser. Yang tadinya es kopi susu hanya sekedar manis, sekarang mulai rumit," ungkapnya.
Konsumen juga kini mulai mencari pengalaman rasa yang lebih kompleks. Kondisi ini terjadi ketika industri kopi di Jakarta semakin padat dan pertumbuhan baru mulai terlihat di daerah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














