kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jasa Marga prediksi arus mudik tahun ini turun 62,5%


Selasa, 12 Mei 2020 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi di tol Jakarta-Cikampek untuk memutar balik di pintu tol Cikarang Barat, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Pemerintah menyatakan masyarakat Indonesia tetap dilarang mudik, tapi ada pengecualian bagi ASN, prajur


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk lalin yang masuk ke Jakarta dari arah timur di gerbang tol Cikatama 2 dan Kautama 2, volume lalu lintas rata-rata pada kondisi normal pada Februari 2020 mencapai 55.710 kendaraan dan turun menjadi 31.920 kendaraan pada masa Covid-19.

Kemudian, dari arah barat di GT Cikupa arah Jakarta, rata-rata normal yaitu 41.602 kendaraan dan saat Covid-19 menjadi 27.788 kendaraan.

Selanjutnya, dari arah selatan di GT Ciawi 2, tercatat rata-rata normal yaitu 25.798 kendaraan, sedangkan saat Covid-19 tercatat rata-rata15.209 kendaraan.

"Masuk dari arah timur itu turun 42,70%. Kemudian yang masuk dari arah barat di gerbang tol Cikupa itu turun 33,21% dan dari arah selatan di gerbang tol Ciawi 2 turun 41,04%," katanya.

Menurut Fitri, Jasa Marga menyiapkan kapasitas pelayanan di jalan tol, tempat istirahat dan pelayanan serta transaksi di gerbang tol sesuai protokol pencegahan Covid-19 yaitu Surat Edaran Menteri PUPR No. 07/SE/M/2020.

Baca Juga: Walau ada PSBB, Jasa Marga memproyeksikan pemasukan tidak akan turun signifikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×