kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jelang musim tanam kedua, Pupuk Indonesia sudah siapkan 1,5 juta ton pupuk subsidi


Jumat, 09 April 2021 / 21:35 WIB
ILUSTRASI. Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi Pupuk Indonesia.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

Selain kewajiban menyalurkan pupuk subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan stok pupuk non-subsidi yang saat ini berjumlah 834 ribu ton.

“Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani yang belum tercover dalam skema pupuk subsidi,” ujar Eko.

Adapun untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan, Taufik menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia melalui Pupuk Sriwidjaja Palembang akan melakukan revitalisasi pabrik Pusri IIIB, yang akan menggantikan pabrik pupuk urea Pusri III dan Pusri IV yang telah beroperasi sejak tahun 1976.

Baca Juga: Hingga Maret 2021, penyaluran pupuk subsidi mencapai 1,9 juta ton

Tujuan revitalisasi pabrik baru itu adalah untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan. Rencananya pabrik Pusri IIIB akan beroperasi pada tahun 2024 dan memiliki kapasitas produksi pupuk urea sebesar 1,15 juta ton dan amoniak 660 ribu ton per tahun.

“Selain itu, pabrik ini juga akan menggunakan teknologi baru yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam konsumsi gas bumi,” tandasnya.

Dengan mengonsumsi bahan baku pada pabrik baru tersebut, ia memproyeksikan nilai efisiensinya mencapai Rp 1,5 triliun per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×