kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Juni, Santos shutdown lapangan Oyong


Kamis, 26 April 2012 / 15:18 WIB
ILUSTRASI. Jangan jadi korban, inilah modus baru kejahatan melalui Whatsapp


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Santos Indonesia akan menghentikan operasi sementara (temporary shutdown) lapangan Oyong. Penghentian operasionalisasi lapangan penghasil minyak dan gas ini akan dilakukan pada bulan Juni mendatang.

Jhon Ginting, Manager Operasional Santos Indonesia, mengatakan, shutdown akan dilakukan selama tujuh hari. Alasan shutdown karena perusahaan melakukan perawatan dan penggantian gas turbin. "Shut down dilakukan dalam rangka perawatan untuk terus menjamin pasokan gas kepada konsumen kami," ujar John, Kamis (26/4).

Meski terjadi shutdown, John menjamin tidak akan mengganggu kegiatan operasi pelanggan Santos. Sebab, Santos sudah mensikronkan program operasional dengan PT Indonesia Power (anak usaha PT PLN) selaku pembeli gas milik Santos.

Menurut John, PT Indonesia Power berencana untuk memadamkan pembangkitnya pada waktu yang sama. "Kami akan bicara bagaimana mensikronkan operasi," jelas Jhon.

Saat ini, proyek perluasan lapangan Oyong (Oyong infill) di Blok Sampang sudah berproduksi sejak Februari 2012. Rampungnya instalasi kedua anjungan mempernjang usia ekonomi gasilitas Oyong, sehingga bisa lebih optimal.

Saat ini, lapangan Oyong menyemburkan minyak sebesar 3.500 barel oil per day (BOPD). Sedangkan produksi gas di lapangan ini mencapai 30 British thermal unit per hari (BBTUD).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×