kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kadin Indonesia dituding tidak pro pengusaha


Selasa, 02 April 2013 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Promo Nacific Pre-Hype 11.11


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan (Sulsel), Zulkarnain Arief menuding kepengurusan KADIN Indonesia tidak pro kepada pengusaha yang ada di daerah.

Tudingan ini menyusul adanya tuntutan kepada pengusaha lokal, yang diminta menyiapkan diri menjelang pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area atau AFTA) 2015.

Perjanjian perdagangan bebas itu memaksa pengusaha lokal harus meningkatkan efisiensi, produktivitas, kapasitas dan inovasi di setiap sektor dalam menunjang daya saing di pasar dunia dan domestik.

Zulkarnain mengungkapkan, ruang pengusaha lokal tidak dilirik pengurus KADIN Indonesia. Lembaga itu dinilai Zulkarnain mementingkan investasi dari luar negeri, dengan menggandeng pihak-pihak asing tanpa mau melibatkan pengusaha lokal setempat.

"Saya dengan lantang mengatakan, perdagangan bebas ASEAN akan stagnan jika wadah seperti KADIN yang harusnya pro aktif justru dimatikan karena kepentingan sepihak para pengurus KADIN pusat, apalagi dari segi program, sama sekali tidak ada program yang dinilai memberdayakan pengusaha lokal di daerah,” tegas Zulkarnain di Makassar, Selasa, (2/4).

Ia menambahkan, saat ini pengusaha lokal merasa tidak diwadahi instrumen untuk berinovasi dan meningkatkan karyanya. (Hajrah/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×