Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) mencatat realisasi pembangunan data center nasional terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, seiring masuknya investor global dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.
Ketua Umum IDPRO Hendra Kusuma menyampaikan, realisasi pembangunan data center di Indonesia dalam 3 tahun terakhir menunjukkan tren yang luar biasa positif. Saat ini, kapasitas total data center di Indonesia diperkirakan telah melampaui 350 MW IT load.
“Dengan sejumlah proyek hyperscale yang sedang dalam proses pembangunan, termasuk yang didukung oleh investor global dari AS, Eropa, Jepang, dan Tiongkok,” ungkap Hendra kepada Kontan.co.id, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Hadapi Dinamika Properti, TRIN Garap Logistic Park dan Data Center Mulai 2026
Dari sisi regional, Indonesia memang masih tertinggal dari Singapura dan Malaysia dalam kapasitas eksisting. Namun, laju pertumbuhannya dinilai lebih agresif, bahkan disebut sebagai "next frontier" untuk hyperscale data center di Asia Tenggara.
Seiring meningkatnya pengembangan tersebut, IDPRO melihat kesiapan ekosistem nasional masih berada dalam fase transisi. Dari sisi energi misalnya, masih perlu percepatan dalam integrasi sumber EBT ke sistem kelistrikan nasional, serta mekanisme RE100 atau green certificate yang jelas.
“Kalau diperhatikan di RUPTL PLN tahun 2025 sudah ditargetkan bahwa energy mix sumber renewable ditargetkan mencapai 76%,” katanya.
Untuk infrastruktur digital, Hendra menilai kondisi Jabodetabek relatif memadai, namun perlu pemerataan backbone dan edge connectivity di Indonesia bagian timur.
Sementara dari sisi sumber daya manusia, pemerintah dan sektor industri perlu lebih intensif dalam pengembangan program vokasi dan sertifikasi khusus data center dan cloud.
Baca Juga: Lalu Lintas Digital Jakarta Meningkat, Matrix NAP Info Perkuat Infrastruktur
Dalam rangka mempercepat pertumbuhan industri, IDPRO menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah.
Termasuk di antaranya mempercepat harmonisasi regulasi pusat dan daerah, terutama dalam perizinan, zonasi, dan insentif investasi, serta menetapkan roadmap energi hijau khusus untuk industri data center, termasuk akses langsung ke EBT dan pembentukan pasar karbon.
“IDPRO optimistis, dengan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan regulator, Indonesia dapat menjadi regional hub data center dan teknologi digital yang kompetitif dan berkelanjutan di tahun 2026,” tandasnya.
Selanjutnya: Astra Infra Catat Sekitar 5,1 Juta Kendaraan Melintas Selama Periode Nataru 2025/2026
Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Makanan untuk Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












