Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) kurang memuaskan di tahun 2025. Di mana, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp 9,03 triliun pada 2025.
Asal tahu saja, realisasi pendapatan tersebut, LPKR turun sekitar 21,48% secara year-on-year (yoy) dari Rp 11,50 triliun di tahun 2024.
Pada saat yang sama, LPKR membukukan laba bersih sebesar Rp 470 miliar, sedangkan laba bersih setelah pajak meningkat 57% menjadi Rp 630 miliar. LPKR juga menutup tahun 2025 dengan posisi kas sebesar Rp1,96 triliun.
CEO LPKR John Riady mengatakan, capaian ini didorong oleh fokus disiplin perseroan kepada bisnis inti real estate dan lifestyle.
Baca Juga: Laba Arwana (ARNA) Turun 5,98%, Penjualan Tumbuh 10,64% Jadi Rp 2,91 Triliun di 2025
Selain itu, LPKR juga meningkatkan efisiensi berkelanjutan dan meningkatkan keuangan melalui pengendalian biaya dan upaya pengurangan utang.
Pada segmen real estate, pra-penjualan (marketing sales) sepanjang 2025 tercatat Rp 5,32 triliun atau mencapai 85% dari target tahunan.
"Kinerja ini didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, yang menyumbang 72% dari total pra penjualan, mencerminkan minat kuat dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user," kata John dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran Park Serpong fase 4–6, serta pengenalan produk Treetops Livin. Proyek-proyek baru ini disebut berhasil menjawab permintaan dari segmen mass-market dan menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar rumah tapak.
Adapun pendapatan segmen real estate selama tahun lalu mencapai Rp 7,67 triliun atau tumbuh 52% yoy, didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu. EBITDA tercatat Rp 1,15 triliun ditopang oleh efisiensi operasional dan eksekusi yang efektif.
Segmen gaya hidup, yang terdiri dari bisnis mal dan hotel, membukukan pendapatan Rp1,37 triliun pada FY25. Laba kotor meningkat 6% menjadi Rp1,03 triliun, sementara EBITDA naik 16% YoY menjadi Rp448 miliar, didukung oleh peningkatan sewa tenant, pemulihan operasional yang berkelanjutan, serta optimalisasi biaya.
"Strategi perumahan terjangkau perseroan yang dilengkapi penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan," jelas John.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













