kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.867   -68,00   -0,38%
  • IDX 5.810   -85,85   -1,46%
  • KOMPAS100 753   -11,54   -1,51%
  • LQ45 575   -9,03   -1,55%
  • ISSI 201   -2,08   -1,02%
  • IDX30 326   -5,16   -1,56%
  • IDXHIDIV20 402   -5,85   -1,44%
  • IDX80 86   -1,31   -1,51%
  • IDXV30 108   -1,19   -1,08%
  • IDXQ30 105   -1,56   -1,46%

Kata pengusaha soal banjir iklan di medsos


Selasa, 09 Mei 2017 / 22:27 WIB


Reporter: Siti Maghfirah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Iklan promosi produk-produk semakin berseliweran di berbagai macam sosial media. Lalu bagaimana dengan iklan di media konvensional seperti TV, majalah, atau radio?

Menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman, iklan di media digital memang dinilai lebih efektif untuk menjangkau konsumer lebih luas dan cepat.

Adhi juga memprediksi, dalam beberapa tahun ke depan, iklan digital yang bakal lebih mendominasi.

"Tapi untuk sekarang, untuk produk baru masih promosi lewat media konvensional. Berbeda dengan existing product yang sudah beralih ke media digital," ungkapnya.

Namun Adhi mengaku, tidak mengetahui porsi untuk masing-masing belanja iklan media konvensional dan digital. Hal itu merupakan keputusan masing-masing perusahaan.

"Tapi biasanya, satu perusahaan mengalokasikan 20 sampai 30 % dari belanja modal untuk kebutuhan promosi," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×