Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak perusahaan merasa sistem keamanan mereka sudah cukup aman. Hngga suatu hari operasional terganggu, data tidak dapat diakses, atau bahkan kepercayaan pelanggan menurun akibat insiden siber yang tidak terdeteksi sejak awal.
Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital, kebutuhan sistem keamanan yang proaktif dan berkelanjutan kini menjadi semakin krusial bagi bisnis modern. Tantangannya, tidak semua organisasi memiliki visibilitas penuh terhadap aktivitas ancaman di dalam sistem mereka.
Keterbatasan sumber daya, minimnya tenaga ahli, serta tingginya biaya untuk membangun sistem keamanan internal seringkali membuat perusahaan berada dalam posisi rentan tanpa disadari.
Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat penipuan dan serangan siber telah menembus Rp 476 miliar pada periode November 2024 hingga awal 2025. Tingginya angka ini semakin menegaskan bahwa ancaman siber bukan lagi risiko potensial, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh setiap organisasi.
Kondisi inilah yang mendorong kebutuhan akan solusi keamanan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu memberikan pemantauan dan perlindungan secara real-time.
Maka, perusahaan keamanan siber Defend IT360 berupaya membawa solusi keamanan siber yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan bisnis yang semakin terdigitalisasi.
Tak hanya berfokus pada perlindungan, Defend IT360 mengedepankan strategi keamanan yang mampu memastikan keberlanjutan dan ketangguhan bisnis di tengah ancaman siber global yang terus berkembang.
Kondisi inilah yang mendorong kebutuhan akan solusi keamanan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu memberikan pemantauan dan perlindungan secara real-time.
Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam berbagai implementasi keamanan, Defend IT360 melihat bagaimana lanskap ancaman terus berkembang dan semakin kompleks.
CEO Defend IT360, Sudino Oei mengungkapkan, pihaknya telah menangani klien dari berbagai sektor. Mulai dari finansial, BUMN, hingga kesehatan, yang menghadapi tantangan keamanan dan compliance yang semakin tinggi.
“Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman, kami melihat, banyak organisasi mulai menyadari pentingnya investasi pada sistem keamanan yang lebih komprehensif. Tidak hanya untuk proteksi, tetapi juga untuk memastikan keberlangsungan bisnis,” ujar Sudino, dalam keterangannya, Jumat (10/4).
Baca Juga: Amankan Operasional dan Transformasi Bisnis, SMGR Perkuat Keamanan Siber
Sepanjang operasionalnya, Defend IT360 telah melakukan analisis terhadap 3.824 target Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT), dengan pemantauan lebih dari 5,9 miliar event log dan 750 endpoint oleh tim Security Operation Center (SOC).
Dari hasil tersebut, sebanyak 16.248 alarm teridentifikasi sebagai indikasi ancaman yang memerlukan tindak lanjut melalui pemanfaatan teknologi threat intelligence.
Memasuki tahun keduanya, Defend IT360 terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam menghadapi tantangan keamanan digital. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menghadirkan layanan monitoring keamanan terbaru, yaitu Virtual SOC Essential.
Banyak perusahaan telah memahami pentingnya memiliki SOC, namun seringkali terhambat oleh kompleksitas implementasi serta kebutuhan investasi besar. Virtual SOC Essential hadir sebagai solusi yang lebih fleksibel dan efisien, memungkinkan bisnis mendapatkan perlindungan menyeluruh tanpa harus membangun tim SOC internal.
Layanan ini mengandalkan teknologi Security Information and Event Management (SIEM) yang berjalan selama 24/7 untuk mendeteksi ancaman secara real-time. Sistem ini mampu memonitor berbagai perangkat penting dalam infrastruktur IT, seperti firewall, server (Windows/Linux), Active Directory, VPN, hingga endpoint security.
Melalui pemantauan tersebut, berbagai aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi sejak dini, mulai dari upaya login gagal berulang (brute force), privilege escalation, port scanning, hingga aktivitas malware dan akses data yang tidak biasa.
Jika terdeteksi adanya potensi ancaman, sistem akan secara otomatis memberikan notifikasi kepada klien, disertai ringkasan insiden yang dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, klien juga akan menerima laporan keamanan bulanan yang mencakup rangkuman insiden, tren ancaman, serta aktivitas keamanan utama yang terjadi dalam sistem mereka.
Tidak hanya berhenti pada deteksi, layanan ini juga memberikan rekomendasi peningkatan keamanan yang mencakup aspek people, process, dan technology. Sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan postur keamanan mereka secara berkelanjutan.
Ke depan, Defend IT360 berupay terus menghadirkan inovasi layanan keamanan siber yang relevan dan berdampak nyata bagi bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












