kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,22   -1,36   -0.14%
  • EMAS999.000 1,52%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Kebijakan DP 0%, Direktur Metland (MTLA): Kami tidak bisa memberikan pendapat


Rabu, 20 Oktober 2021 / 20:34 WIB
Kebijakan DP 0%, Direktur Metland (MTLA): Kami tidak bisa memberikan pendapat
ILUSTRASI. Logo PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) tidak memberlakukan ketentuan down payment (DP) 0% sehingga tidak bisa memproyeksi pertumbuhan penjualan properti hingga tahun depan.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memutuskan memperpanjang ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0% untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Ketentuan DP 0% untuk KKB dan KPR ini masih bisa dinikmati oleh masyarakat hingga 31 Desember 2022 alias hingga akhir tahun depan.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengemukakan, jika pihaknya menjaga keseriusan konsumen dalam melaksanakan kewajiban menyelesaikan KPR-nya, jika di tengah jalan ada kendala pembayaran MTLA wajib melakukan buy back kepada Bank.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) cetak marketing sales dan recurring income tumbuh 40%

"Jadi mengenai kebijakan perpanjangan DP 0% ini kami tidak bisa memberikan pendapat, karena kami tidak memberlakukan ini. Alasannya karena kami menjaga keseriusan konsumen dalam melaksanakan kewajibannya menyelesaikan KPRnya. Jika di tengah jalan ada kendala pembayaran kami wajib melakukan buy back kepada Bank," jelas Olivia kepada Kontan, Rabu (20/10).

Ia melanjutkan, kebijakan DP 0% justru memberatkan di cicilan per bulan bagi konsumen, terutama bagi calon konsumen yang mayoritas end user adalah karyawan.

MTLA sendiri memberikan kemudahan cara bayar dengan DP 5% bisa dicicil beberapa kali. Selain itu MTLA juga sering kali membuat program subsidi DP 2,5%, sehingga konsumen tinggal bayar separuh dan bisa melakukan akad

Lebih lanjut, Olivia menilai ke depannya rumah yang sifatnya ready stock yang siap dihuni akan menjadi favorit konsumen. Hal ini berbeda dengan fenomena beberapa tahun lalu, di mana segmen rumah tumbuh banyak diincar.

"Saat ini dan sepertinya di masa mendatang minat konsumen lebih kepada rumah yang sudah siap untuk dihuni. Artinya, ketersediaan ruang sudah mencukupi. Beberapa produk kami yang diminati konsumen adalah jenis compact house dengan ukuran tidak terlalu besar namun bisa menyediakan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi dan ruangan fungsional lain," jelasnya.

Baca Juga: Siapkan investasi Rp 205 miliar, Metropolitan Land (MTLA) terus tambah landbank

Ia menyambung, kesadaran akan efisiensi energi juga sudah semakin tinggi di kalangan konsumen, sehingga MTLA juga membuat desain rumah dengan open plan, buka-bukaan yang lebar, plafon tinggi sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan cukup.

"Menurut kami, rumah dengan bukaan dan plafon tinggi sehingga ada sirkulasi udara dan pencahayaan cukup akan sangat disukai konsumen. Kami juga optimistis dapat mencapai target di tahun ini. Pencapaian kami per Sept 2021 kurang lebih sudah 80%," tutupnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×