kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kebijakan Mentan soal daging dinilai tak konsisten


Rabu, 13 Juli 2016 / 16:49 WIB
Kebijakan Mentan soal daging dinilai tak konsisten


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait impor daging sapi dinilai tidak konsisten. Sebelumnya, Mentan menunjukkan sikap anti impor daging, sehingga harga daging melambung tinggi pada saat ramadhan dan lebaran hingga sekarang. 

Tapi, setelah itu, Mentan kembali mengubah kebijakan dan regulasi dengan membuka keran impor daging sebesar-besarnya bagi swasta.

Kebijakan impor yang maju mundur ini dinilai membahayakan karena tidak memberikan kepastian iklim usaha bagi para pengusaha dalam negeri. 

Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan Kemtan tidak memiliki konsep yang jelas soal kebijakan impor. Ia mengatakan ketidakpastian kebijakan ini berdampak pada ketidakpastian bisnis di Indonesia.

"Pemerintah ini punya konsep kebijakan maju mundur, berubah-rubah setiap saat. Padahal konsistensi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan itu menjadi referensi pengusaha," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/7).

Ia mengatakan, sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kemtan) menutup rapat-rapat izin impor jeroan dan secondary cut bagi importir swasta dan hanya membuka bagi perusahaan BUMN saja. 

Namun, hanya selang beberapa bulan, kebijakan itu direvisi lagi dan membuka kesempatan impor jeroan bagi swasta. Padahal, impor jeroan ini dinilai bukan obat manjur untuk menurunkan harga dagin sapi di Indonesia.

Menurut Enny, impor jeroan yang dikembali dibuka kepada swasta tidak akan mampu menurunkan harga daging. 

Sebagai perbandingan, ia mengambil contoh ketika daging beku masuk pasar, harga daging tetap tinggi, apalagi yang masuk sekarang jeroan, pasti tidak berdampak signifikan pada penurunan harga daging sapi.

Justru, konsep menumbuhkan industri peternakan dalam negeri yang seharusnya dikembangkan pemerintah agar pasokan daging dalam negeri bertambah sehingga harga otomatis jatuh. 

Kebijakan Kemtan yang terkesan hanya coba-coba ini dinilai tidak tepat dan terkesan tidak didasarkan pada perencanaan yang matang sebelum dikeluarkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×