kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kebutuhan gula industri makanan dan minuman naik 5%


Senin, 27 September 2010 / 16:27 WIB
Kebutuhan gula industri makanan dan minuman naik 5%


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kebutuhan gula tahun depan bakal membengkak sebesar 5% seiring dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) memperkirakan konsumsinya menjadi sebesar 2,31 juta ton.

Ketua GAPMMI Adhi S. Lukman menduga industri makanan dan minuman akan tumbuh sebesar 11% pada tahun depan. Dia berharap, pemeirntah segera mengalokasikan pasokan gula ini baik dari industri rafinasi dalam negeri maupun impor. "Impor masih kami butuhkan terutama untuk gula dengan spesifikasi khusus yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri," katanya, Senin (27/9).

Tahun ini, konsumsi gula untuk industri makanan da minuman mencapai 2,2 juta ton. Sekitar 2 juta ton pengadaanya disuplai dari industri gula rafinasi. Sedangkan sisanya sekitar 200 ribu ton akan diimpor sendiri oleh pelaku usaha mengingat spesifikasi khusus gula tersebut yang tidak diproduksi oleh industri gula rafinasi di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×