kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Kebutuhan gula industri makanan dan minuman naik 5%


Senin, 27 September 2010 / 16:27 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kebutuhan gula tahun depan bakal membengkak sebesar 5% seiring dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) memperkirakan konsumsinya menjadi sebesar 2,31 juta ton.

Ketua GAPMMI Adhi S. Lukman menduga industri makanan dan minuman akan tumbuh sebesar 11% pada tahun depan. Dia berharap, pemeirntah segera mengalokasikan pasokan gula ini baik dari industri rafinasi dalam negeri maupun impor. "Impor masih kami butuhkan terutama untuk gula dengan spesifikasi khusus yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri," katanya, Senin (27/9).

Tahun ini, konsumsi gula untuk industri makanan da minuman mencapai 2,2 juta ton. Sekitar 2 juta ton pengadaanya disuplai dari industri gula rafinasi. Sedangkan sisanya sekitar 200 ribu ton akan diimpor sendiri oleh pelaku usaha mengingat spesifikasi khusus gula tersebut yang tidak diproduksi oleh industri gula rafinasi di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×