kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kedaung Indah (KICI) Incar Pasar Lokal untuk Perbaki Kinerja pada Semester II


Minggu, 30 Juli 2023 / 20:42 WIB
Kedaung Indah (KICI) Incar Pasar Lokal untuk Perbaki Kinerja pada Semester II
ILUSTRASI. perlengkapan rumah tangga atau table ware berbahan enamel dan kaleng produksi PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) Foto: Dok KICI


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun kondisi pasar masih akan menantang sampai akhir tahun nanti, PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) tetap berupaya meningkatkan kinerjanya di paruh kedua tahun ini. 

Manajemen Kedaung Indah Can berharap kinerja perusahaan di tahun 2023 tidak jauh merosot sampai tutup tahun nanti. Bahkan, pihaknya berupaya untuk bisa mempertahankan kondisi bisnis di tahun ini seperti tahun 2022. 

Sekretaris Perusahaan Kedaung Indah Can Ing Hidayat Karnadi menuturkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai macam strategi agar dapat mencapai pertumbuhan penjualan di semester kedua ini. 

Salah satunya adalah memanfaatkan peluang pertumbuhan di pasar lokal. KICI akan memberi perhatian lebih pada pasar domestik yang memiliki peluang pasar lebih besar melalui produk enamel maupun kaleng. 

Baca Juga: Semester I/2023, Pendapatan Adhi Commuter Properti (ADCP) Turun 31,67%

“Sehingga diharapkan tahun 2023 kinerja Perseroan tidak banyak mengalami penurunan atau bahkan bisa menyamai tahun 2022,” ungkap Ing, kepada Kontan.co.id, Jumat (28/7). 

Sedangkan untuk pasar ekspor, KICI disebut Ing akan tetap mengupayakan pemulihan kinerja khususnya ke pasar Amerika serikat (AS) melalui terobosan produk-produk untuk pasar menengah. 

Sebagai informasi, Kedaung Indah Can mengalami penyusutan kinerja selama semester I-2023. Penyebab utamanya yakni penurunan daya beli di pasar ekspor, khsususnya ke pasar AS. 

“Seperti kita ketahui bersama bahwa ekonomi global masih dibayangi oleh inflasi tinggi dan penurunan daya beli,  termasuk di dalamnya adalah Amerika yang menjadi negara tujuan ekspor utama Perseroan,” tuturnya. 

Baca Juga: Acset Indonesia (ACST) Catat Rugi Rp 56,04 Miliar pada Semester I

Penjualan neto KICI turun 24,39% menjadi Rp 35,64 miliar pada semester I-2023. Di mana, pasar ekspor yang berkontribusi sebesar Rp 4,02 miliar alami penurunan penjualan hingga 68,71% dari semula Rp 12,85 miliar pada periode yang sama tahun 2022. 

Per akhir Juni 2023, KICI terpantau menanggung kerugian hingga Rp 1,93 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya KICI masih meraup laba periode berjalan sebesar Rp 2,11 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×