kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.784   88,98   1,56%
  • KOMPAS100 751   15,79   2,15%
  • LQ45 569   12,23   2,20%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 322   6,70   2,12%
  • IDXHIDIV20 396   7,12   1,83%
  • IDX80 85   1,75   2,09%
  • IDXV30 108   1,45   1,36%
  • IDXQ30 104   1,70   1,66%

Kehadiran MEA geliatkan industri pelumas nasional


Jumat, 26 Februari 2016 / 21:53 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bergulirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dinilai mampu memicu pertumbuhan ekonomi. Salah satunya di sektor otomotif dan industri yang terkait.

Senior Consulting Manager Ipsos Business Consulting Domy Halim menuturkan pada 2020, sekitar 70 juta penduduk, akan bergeser menjadi masyarakat kelas menengah dengan daya beli yang jauh lebih baik.

"Selain itu, MEA memicu persaingan antar pemain utama produsen minyak nasional dan internasional untuk meningkatkan cengkeraman di pasar pelumas di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/2/2016).

Seperti halnya Pertamina Lubricants, siap berinvestasi hingga 5,5 dollar AS untuk memperluas saluran pemasaran. Perusahaan ini juga telah membuka pabrik pelumas baru di Jakarta Utara dengan kapasitas produksi 270 juta liter per tahun.

Sementara itu, Shell yang memiliki eksistensi internasional yang kuat di Indonesia, juga membuka pabrik pengolahan pelumas pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi 136 juta liter per tahun. 

Prima Ernest dari Direktorat Jenderal Minyak & Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyatakan langkah Shell akan mengubah dinamika pasar pelumas di Indonesia. (Penulis: Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×