kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.003   40,00   0,22%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kehadiran MEA geliatkan industri pelumas nasional


Jumat, 26 Februari 2016 / 21:53 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bergulirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dinilai mampu memicu pertumbuhan ekonomi. Salah satunya di sektor otomotif dan industri yang terkait.

Senior Consulting Manager Ipsos Business Consulting Domy Halim menuturkan pada 2020, sekitar 70 juta penduduk, akan bergeser menjadi masyarakat kelas menengah dengan daya beli yang jauh lebih baik.

"Selain itu, MEA memicu persaingan antar pemain utama produsen minyak nasional dan internasional untuk meningkatkan cengkeraman di pasar pelumas di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/2/2016).

Seperti halnya Pertamina Lubricants, siap berinvestasi hingga 5,5 dollar AS untuk memperluas saluran pemasaran. Perusahaan ini juga telah membuka pabrik pelumas baru di Jakarta Utara dengan kapasitas produksi 270 juta liter per tahun.

Sementara itu, Shell yang memiliki eksistensi internasional yang kuat di Indonesia, juga membuka pabrik pengolahan pelumas pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi 136 juta liter per tahun. 

Prima Ernest dari Direktorat Jenderal Minyak & Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyatakan langkah Shell akan mengubah dinamika pasar pelumas di Indonesia. (Penulis: Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×