kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Kemendag: Nilai Impor Indonesia Naik 18,21% pada Januari 2026


Rabu, 04 Maret 2026 / 14:51 WIB
Kemendag: Nilai Impor Indonesia Naik 18,21% pada Januari 2026


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan mengungkapkan pertumbuhan total nilai impor pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025.​

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut, total impor Januari 2026 tercatat sebesar US$ 21,20 miliar, naik 18,21% dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$ 17,94 miliar.

"Peningkatan ini dipicu kenaikan impor nonmigas sebesar 16,71% dan migas 27,52% secara tahunan (year-on-year/YoY)," kata Budi dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).

Adapun kenaikan impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang, dengan pertumbuhan tertinggi pada barang modal sebesar 35,23 %, diikuti bahan baku dan penolong 14,67%, serta barang konsumsi 11,81% YoY.

Baca Juga: Kemendag: Nilai Ekspor Indonesia Naik pada Januari 2026, Surplus US$ 0,95 Miliar

Budi mengungkap, kenaikan impor seluruh golongan barang pada Januari 2026 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi sektor industri pengolahan dan pesanan baru, serta optimisme keyakinan konsumen pada awal 2026. 

“Hal ini sejalan dengan peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari 51,2 pada Desember 2025 menjadi 52,6 pada Januari 2026, serta naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 123,5 menjadi 127,0,” tambahnya.

Sementara itu, peningkatan impor nonmigas terbesar berasal dari kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) yang melonjak 1.288,48%, logam mulia, perhiasan dan permata (HS 71) naik 152,50%, serta garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) naik 113,81% YoY.

Berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas didominasi Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan 54,92% terhadap total impor nonmigas. Adapun kenaikan impor tertinggi berasal dari Prancis sebesar 444,56%, Zimbabwe sebesar 248,85%, dan Argentina 201,71% YoY.

Sebaliknya, dari sisi ekspor, kinerja ekspor Januari 2026 juga meningkat dibanding bulan yang sama pada tahun lalu.

Pada Januari 2026, total ekspor naik 3,39% ke US$ 22,16 miliar dibandingkan Januari 2025.

Baca Juga: Panca Budi (PBID) Optimalkan Pasar Lokal untuk Dongkrak Penjualan 10% pada 2026

Budi memaparkan, peningkatan ini terutama didorong pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 4,38% year-on-year (YoY) menjadi US$ 21,26 miliar dari US$ 20,37 miliar.

Menurutnya, kinerja perdagangan Januari 2026 secara keseluruhan menunjukkan fondasi kuat pada awal tahun.  

"Kondisi ini ditopang oleh konsistensi surplus neraca perdagangan, penguatan ekspor industri pengolahan, serta peningkatan pada aktivitas produksi dan kepercayaan konsumen domestik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×