CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kemendag tak temukan daging berpenyakit asal India


Sabtu, 25 Agustus 2012 / 19:38 WIB
ILUSTRASI. Terapi musik yang berguna dalam pemulihan kesehatan mental


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Kementerian Perdagangan mengaku belum dapat membuktikan beredarnya daging sapi asal India yang tidak miliki izin resmi impor. Isu yang beredar, bila daging impor asal India sampai beredar di pasaran, harganya bakal lebih murah dari daging impor lainnya, seperti asal Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

"Jadi indikasi ada impor daging dari India sampai sekarang kami tidak bisa memverifikasi, kecuali ada bukti-bukti lain bahwa importasi daging dari India," tutur Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh di kantornya, Jakarta, Jumat (24/8).

Beberapa waktu lalu, ramai diberitakan di media bahwa daging sapi ilegal asal India diduga berpenyakit bakal masuk pasar lokal. Daging tersebut diproyeksikan masuk ke Jakarta melalui Kalimantan Barat ataupun Pelabuhan Tanjung Priok pada 25 Juli lalu. Pada akhir Juli, daging itu diselundupkan sebanyak 2 kontainer (64 ton) dan dipindahkan ke Pulo Gadung.

Kendati demikian, sekalipun pihaknya telah menemukan bukti adanya daging sapi impor ilegal, itu pun bukan berasal dari India.

"Jadi (daging ilegal) yang ketahuan itu hanya dari Australia, New Zeland, dan Amerika Serikat. Itupun dengan memalsukan dokumen impor yang ada," ungkapnya. (Kompas.com/Dimasyq Ozal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×