kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kemenhub minta bank turunkan bunga angkutan umum


Jumat, 11 Oktober 2013 / 15:18 WIB
Kemenhub minta bank turunkan bunga angkutan umum
ILUSTRASI. Aktor Miles Teller yang membintangi film Top Gun: Maverick juga banyak membintangi banyak judul film populer lainnya.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta lembaga keuangan seperti perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit untuk pembiayaan pengadaan angkutan umum seperti armada bus kota.

Menteri Perhubungan, E.E. Mangindaan mengatakan, suku bunga kredit yang ringan bisa membantu perusahaan angkutan umum berkembang.

"Kemarin dengan Organda kita ngomong. Dia bilang bisa remajakan itu mobil angkutan kota yang sudah banyak asapnya. Kalau perlu bisa kredit, sehingga kita bantu perusahaan kecil untuk bisa maju," ungkap Mangindaan, di Jakarta, Jumat (11/10).

Sebagai informasi, kredit armada angkutan umum saat ini masih tinggi. Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena, beberapa waktu lalu mengatakan, suku bunga kredit untuk pembiayaan angkutan umum masih di rentang 25-29%, bahkan ada yang sampai 35%.

Ironisnya, kredit untuk kendaraan pribadi justru sangat rendah sekitar 4-6%. Padahal, menurut Kemenhub, penyediaan multimoda perlu dilakukan untuk menekan kepadatan di darat.

Kepala Pusat Komunikasi, Kemenhub, Bambang S Ervan menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, perbankan bisa mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga kredit untuk armada angkutan umum.

"Saya enggak tahu juga apa pertimbangannya bunga tinggi, apakah karena risikonya besar, nanti ada kredit macet atau seperti apa. Kalau takut ada kredit macet seharusnya juga ada penjaminan," kata Bambang.

Menurut Bambang, dengan kredit yang lebih rendah, penambahan angkutan umum menjadi lebih mudah. Dengan tersedianya angkutan umum dalam jumlah banyak yang nyaman, aman, dan mudah diakses, masyarakat bisa tertarik beralih dari kendaraan pribadi, ke angkutan umum. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×