kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Kemenperin Bidik Startup Jadi Mitra Transformasi Industri Manufaktur


Kamis, 06 Agustus 2026 / 22:38 WIB
Kemenperin Bidik Startup Jadi Mitra Transformasi Industri Manufaktur
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem startup nasional untuk mempercepat transformasi digital sektor manufaktur. Upaya tersebut diarahkan agar startup mampu menghadirkan solusi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan startup menjadi bagian dari implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN). Menurutnya, Indonesia membutuhkan startup yang tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil industri.

"Indonesia tidak hanya membutuhkan semakin banyak startup, tetapi startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri. Startup harus menjadi mitra strategis industri nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing," ujar Agus saat peluncuran Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kemenperin mencatat, melalui Program Startup for Industry (SFI) yang berjalan sejak 2018, telah terbentuk ekosistem berisi 2.577 startup. Sebanyak 1.740 startup atau sekitar 67,5% di antaranya bergerak di bidang teknologi, sedangkan 640 startup berfokus pada pengembangan teknologi perangkat keras seperti Internet of Things (IoT), robotika, kecerdasan buatan (AI), dan pencetakan tiga dimensi (3D printing).

Baca Juga: Startup Energi dan Kecerdasan Buatan Kian Dilirik, Ekosistem Pendanaan Makin Menguat

Agus menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan startup di kawasan. Berdasarkan Startup Ranking, Indonesia memiliki lebih dari 3.100 startup aktif dan menempati peringkat keenam dunia sekaligus menjadi negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara.

Namun, kualitas ekosistem startup nasional dinilai masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Global Startup Ecosystem Index 2026, Indonesia masih berada di peringkat ke-45 dunia.

"PR kita adalah meningkatkan kualitas startup agar mampu bertahan, berkembang, memperoleh pembiayaan, dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global," katanya.

Di sisi lain, Agus menilai momentum pertumbuhan industri manufaktur perlu dimanfaatkan untuk mempercepat lahirnya inovasi berbasis teknologi. Pada kuartal II-2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor manufaktur juga menyumbang 39,7% realisasi investasi nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta berkontribusi sekitar 82% atau senilai US$ 115,5 miliar terhadap total ekspor nasional pada semester I-2026.

Selain memperkuat ekosistem, Kemenperin juga menyoroti tantangan pendanaan startup. Mengacu pada Indonesia Startup Report 2026, nilai pendanaan startup Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar US$ 355 juta, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendanaan startup global masih menunjukkan tren meningkat.

Baca Juga: Endeavor Rilis Outliers 2026, Startup Indonesia Tunjukkan Ketangguhan

Menurut Agus, kondisi tersebut mencerminkan perlunya peningkatan kualitas startup agar lebih menarik bagi investor.

"Modal global tidak sedang langka. Yang dibutuhkan adalah startup yang mampu menunjukkan model bisnis yang kuat, memiliki solusi yang dibutuhkan industri, serta memberikan prospek pertumbuhan yang jelas," ujarnya.

Agus menambahkan, pasar domestik masih menjadi peluang besar bagi startup. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat sekitar 4,43 juta industri kecil dan menengah (IKM) yang berpotensi menjadi pengguna berbagai solusi digital hasil inovasi startup.

Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, Kemenperin akan menggelar Indo Startup Expo and Forum 2026 pada 5-7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Ajang tersebut akan mempertemukan startup, pelaku industri, investor, regulator, hingga komunitas melalui berbagai agenda seperti forum investasi, business matching, seminar, dan demo day.

Pada kesempatan yang sama, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) juga menandatangani kerja sama dengan Infineon Technologies Asia Pacific untuk pengembangan startup berbasis teknologi dan penguatan ekosistem semikonduktor nasional.

Pelaksana Harian Direktur Jenderal IKMA, Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta membuka akses startup Indonesia ke rantai pasok global. 

Baca Juga: Telkomsel Dorong Startup Berbasis Kecerdasan Buatan Lewat NextDev 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×