kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Startup Energi dan Kecerdasan Buatan Kian Dilirik, Ekosistem Pendanaan Makin Menguat


Rabu, 27 Mei 2026 / 16:48 WIB
Startup Energi dan Kecerdasan Buatan Kian Dilirik, Ekosistem Pendanaan Makin Menguat
ILUSTRASI. Ilustrasi Start Up (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah meningkatnya kebutuhan investasi hijau dan pengembangan ekonomi digital nasional, perusahaan rintisan alias startup berbasis teknologi lingkungan dan energi mulai dilirik sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru. 

Peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya dukungan ekosistem terhadap perusahaan rintisan yang menawarkan solusi energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kondisi ini mendorong berbagai lembaga pendukung startup, investor, hingga korporasi memperkuat pembinaan dan akses pendanaan bagi startup tahap awal. Tujuannya agar mampu berkembang menjadi bisnis yang lebih matang dan siap masuk pasar.

Salah satu lembaga pendukung startup global, UD Impact, mengadakan Maju:On The Final Demo Day. Ajang ini mempertemukan startup binaan dengan investor, pelaku industri, pemerintah, dan institusi pendidikan.

Executive Vice President dan Head of LNG Business Division SK Innovation E&S, Jong Mun Lee, mengatakan pihaknya selama ini mencari dan mmemberi dukungan talenta muda potensial di Indonesia. Terutama yang bergerak di sektor lingkungan dan energi. "Seluruh proses pembinaan tersebut  menghasilkan pencapaian bisnis melalui final demo day ,” ujar Jong Mun Lee, Selasa (26/5). 

Baca Juga: VKTR Optimistis Bisnis Kendaraan Listrik Komersial Semakin Prospektif Tahun Ini

Sementara, CEO UD Impact, Kim Jeong-heon mengatakan, pemanfaatan teknologi kece AI dalam proses pembinaan startup membantu peserta mengembangkan ide bisnis menjadi model usaha yang lebih matang.

“Berdasarkan infrastruktur dukungan startup berbasis AI milik UD Impact, kami mampu membantu para peserta mengembangkan ide inovatif mereka menjadi model bisnis yang lebih matang,” kata Kim Jeong-heon.

Menurutnya, ke depan UD Impact akan terus memperluas ekosistem startup lintas negara melalui kombinasi solusi berbasis AI dan sistem pembinaan global. UD Impact bersama mitra ekosistem juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah institusi. Antara lain Sinarmas Land, Garuda Spark Innovation Hub by Komdigi, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Universitas Ciputra, serta Angin Dampak Jaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×