kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Endeavor Rilis Outliers 2026, Startup Indonesia Tunjukkan Ketangguhan


Sabtu, 11 April 2026 / 18:07 WIB
Endeavor Rilis Outliers 2026, Startup Indonesia Tunjukkan Ketangguhan
ILUSTRASI. Endeavor (Dok./Endeavor)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Endeavor Indonesia merilis daftar Endeavor Outliers 2026 yang menyoroti perusahaan rintisan dengan pertumbuhan tinggi dan ketahanan kuat di tengah dinamika global.

Di tengah fase konsolidasi industri startup yang ditandai tekanan menuju profitabilitas, perubahan lanskap pendanaan, serta tuntutan efisiensi muncul kelompok perusahaan yang tetap mampu bertumbuh dan memperkuat skala bisnis. Kelompok ini dinilai menjadi penopang utama ketahanan ekosistem startup.

Baca Juga: Kerek Pangsa Pasar, Semen Baturaja (SMBR) Perkuat Sinergi dengan Pemprov Lampung

Tahun ini, Endeavor mencatat 13 perusahaan dengan 23 founder dari Indonesia dan Singapura yang masuk dalam daftar Outliers 2026.

Pengakuan ini diberikan kepada sekitar 10% perusahaan dengan kinerja terbaik dari jaringan global Endeavor yang mencakup lebih dari 3.000 entrepreneur di lebih dari 50 negara.

Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono mengatakan, para Outliers menunjukkan bahwa membangun bisnis berskala besar dari Indonesia bukan hanya memungkinkan, tetapi juga sangat ditentukan oleh keberanian founder serta dukungan jaringan mentor global.

“Para Outliers dari Indonesia menjadi pengingat bahwa membangun bisnis besar dari Indonesia itu mungkin, bahkan di tengah tantangan, dengan dukungan lebih dari 2.000 mentor global Endeavor,” ujarnya melalui keterangan resmi Jumat (10/4/2026).

Secara global, Outliers 2026 mencakup 238 perusahaan, termasuk 93 unicorn dan 5 decacorn, dengan total pendanaan lebih dari US$ 31 miliar dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Wacana Larangan Vape Picu Kekhawatiran Industri Terutama ke UMKM dan Pasar Legal

Hal ini menunjukkan peran penting kelompok ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital lintas negara.

Daftar Founder Outliers 2026

Beberapa nama founder dari Indonesia dan kawasan yang masuk dalam daftar ini antara lain:

  • Edward Tirtanata & James Prananto (Kopi Kenangan)
  • Umang Rustagi & Akshay Garg (Kredivo)
  • Tubagus Syailendra & Ashab Alkahfi (Chickin)
  • Vince Iswara (DANA)
  • Harshet Lunani (Qoala)
  • Aaron Tan (Carro)
  • Siu Rui Quek (Carousell)
  • Vincent Tjendra, Jessica Stephanie Jap, Marcella Moniaga (ASTRO)
  • Peter De Caluwe (Thunes)
  • Henry Chan (ShopBack)
  • Jefferson Lanjie Chen (Advance Intelligence Group)
  • Natasha Ardiani (DurianPay)
  • Achmad Zaky (Bukalapak)
  • Aldi Haryopratomo (GoPay)

Baca Juga: Ekspansi 5G XLSMART Berjalan, 7.000 BTS Baru Telah Dibangun

Kategori Outliers mencakup beberapa tahapan pertumbuhan, mulai dari Early Breakout (pendapatan US$ 30–50 juta), Scaling Up (US$ 50–100 juta), Scaled & Growing (di atas US$ 100 juta), hingga Multipliers (exit di atas US$ 500 juta).

Ekosistem Indonesia Kian Tangguh

Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi digital global dengan lebih dari 3.100 startup aktif.

Meski pendanaan mengalami penyesuaian, tren ini dinilai mencerminkan pergeseran menuju ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan, dengan fokus pada profitabilitas dan fundamental bisnis.

Didukung populasi lebih dari 270 juta jiwa serta kelas menengah yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk melahirkan perusahaan teknologi berskala global.

Baca Juga: Industri Alas Kaki RI Menanti Kepastian Tarif AS, Ini Dampaknya Terhadap Ekspor

Monika menambahkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5%, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi startup untuk kembali memperkuat fundamental dan mempercepat ekspansi bisnis.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak founder Indonesia yang mampu menjadi penggerak utama transformasi ekonomi digital di kawasan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×