kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   0,00   0,00%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Kemenprin: Tahun Ini Masalah Bahan Baku Industri Penyamakan Kulit Teratasi


Jumat, 09 April 2010 / 07:07 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenprin) mengakui saat ini kekurangan pasokan bahan baku menjadi masalah bagi industri penyamakan kulit. Apalagi, mulai tahun ini ada relokasi industri sepatu dari China dan Taiwan ke Indonesia.

"Sehingga industri penyamakan kulit betul-betukl terasa kekurangan pasokan," kata Direktur Industri Aneka Kemeterian Perindustrian Abudi Irmawan.

Ia menambahkan, pihak Kemenprin sudah beberapa kali meminta relaksasi kebijakan impor bahan baku kulit kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Budi mengaku, sampai saat ini sudah beberapa kali mengirikan surat permohonan kepada Kementerian Pertanian. "Kita masih terus melakukan koordinasi untuk mengatasi masalah ini. Harapannya, tahun ini bisa diselesaikan," kata Budi.

Untuk impor bahan baku kulit, Budi mengatakan saat ini sedang dijajaki untuk melakukan negosiasi dengan Somalia. Masalahnya,Somalia adalah salah satu negara yang terkena penyakit kuku dan mulut, sehingga untuk impor ini masih harus dibicarakan dengan kementerian pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×