kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.715   7,00   0,04%
  • IDX 6.495   -30,59   -0,47%
  • KOMPAS100 847   -2,32   -0,27%
  • LQ45 641   -3,86   -0,60%
  • ISSI 228   -0,07   -0,03%
  • IDX30 358   -2,47   -0,69%
  • IDXHIDIV20 434   -2,79   -0,64%
  • IDX80 97   -0,42   -0,44%
  • IDXV30 120   -0,68   -0,57%
  • IDXQ30 113   -0,75   -0,66%

Kementan bakal berikan penyuluhan pada petani teh


Kamis, 27 Januari 2011 / 08:16 WIB


Reporter: Herlina KD

JAKARTA. Untuk menggenjot produksi teh tahun ini, Kementrian Pertanian (Kementan) akan meningkatkan pendampingan kepada para petani dengan cara melakukan penyuluhan pemeliharaan tanaman yang baik. "Dengan perawatan yang baik, harga teh bisa membaik sehingga minat petani untuk menanam teh juga meningkat," ujar Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar Kementerian Pertanian Azwar AB.

Asosiasi Teh Indonesia (ATI) optimis target produksi teh nasional bisa tercapai. Sebab, "Tingkat curah hujan sudah mulai menurun dan terpaan sinar matahari lebih lama," Sekretaris Eksekutif Asosiasi Teh Indonesia (ATI) Atik Dharmadi.

Hanya saja, ia bilang untuk bisa mewujudkan target produksi ini juga perlu didukung dengan intensifikasi seperti pemupukan dan pemeliharaan tanaman yang baik.

Prospek tanaman teh tahun ini sebenarnya cukup menjanjikan. Pasalnya, China dan India sebagai produsen teh besar di dunia diperkirakan akan dilanda kemarau. Alhasil, produksi teh dari kedua negara ini akan menyusut.

Atik bilang, tren harga teh juga terus meningkat. Ia mencontohkan, tahun lalu harga teh jenis CTC sudah mencapai sekitar US$ 3 per kg. Padahal, pada 2009 harga teh jenis ini sekitar US$ 2 - US$ 2,7 per kg. "Untuk teh jenis Orthodox harganya juga naik dari US$ 1,8 per kg menjadi US$ 2 per kg," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×