kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Cerdas Iklim (CSA) Paham Kebutuhan Petani


Selasa, 30 April 2024 / 21:04 WIB
Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Cerdas Iklim (CSA) Paham Kebutuhan Petani
Penyuluh CSA memandu petani mengukur emisi gas rumah kaca pada lahan?persawahan.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) dan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) melakukan transformasi dan reorientasi sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan, bagi pengembangan pertanian berkelanjutan serta memastikan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

Sasaran SIMURP adalah mendidik dan melatih petani beserta penyuluh mengimplementasikan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture (CSA). Pemberdayaan dan pengembangan SDM pertanian menjadi agenda prioritas SIMURP untuk mendongkrak produktivitas pertanian.

Upaya Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa tugas dan fungsi penyuluh  harus ditingkatkan selaku pendamping dan pengawal petani meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca Juga: Kementan Terapkan Demplot CSA Terhadap 9.381 Ha Lahan Percontohan di 10 Provinsi

"Sektor pertanian sangat strategis sebagai salah satu pilar ketahanan negara. Pertanian membutuhkan SDM tangguh dan menguasai budidaya hingga teknologi," ujar Amran seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (30.4).

Sejak 2019 hingga 2023 tercatat 562 penyuluh pada 24 kabupaten di 10 provinsi dilatih SIMURP selaku Trainer CSA untuk mendampingi 9.264 petani yang berhimpun pada 585 kelompok tani [Poktan] di wilayah kegiatan CSA.

Penyuluh dengan kinerja out of the box layak diapresiasi, hal itu mendorong diadakan menggelar Penghargaan SIMURP. Penilaian melalui verifikasi on the spot, memilih penyuluh level nasional lokasi CSA. Ada 17 usulan pemerintah provinsi (Pemprov) dan terpilih tujuh penyuluh terbaik.

Mereka adalah Rudi Efendi Hasibuan, penyuluh BPP Sei Rejo di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara; Deky Budiman (BPP Cipunagara) Subang, Jawa Barat; Hikmah Agustin (BPP Pejagoan) Kebumen, Jawa Tengah; Bestyan Fikri Dyah Ghoriza (BPP Ajung) Jember, Jawa Timur; Fatimatuzzuhrok (BPP Praya Tengah) Lombok Tengah, NTB;

Baca Juga: Daerah Irigasi CSA Lombok Tengah Masuk Target Pompanisasi di NTB

Teguh Prabowo (BPP Karang Agung Ilir) Banyuasin, Sumatera Selatan dan Abdul Muklis [BPP Watang Sawitto] Pinrang, Sulawesi Selatan.

Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengatakan penetapan penghargaan bagi penyuluh melalui proses penilaian yang obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Hasil penilaian harus memberikan gambaran yang akurat dan terukur terhadap kinerja penyuluh yang dinilai," katanya.

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penilaian harus mempunyai hubungan dengan kinerja penyuluh yang dinilai, adanya standar atau ukuran yang dipakai untuk menilai kinerja penyuluh dan sistem penilaian yang mudah dipahami.

Penyuluh Terbaik CSA

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian.

“Pembangunan pertanian diawali dari SDM pertanian di antaranya petani, penyuluh dan stakeholder pertanian, sementara penyuluh merupakan agent of change," katanya.

Tugas penyuluh, kata Dedi, menumbuhkan dinamika petani secara berkelompok, memberikan pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dan aksesibilitas terhadap sumber informasi teknologi, dukungan permodalan dan pemasaran dalam mengembangkan usaha taninya, sehingga petani mau berubah perilakunya ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Kenalkan Agribisnis, Kementan Gelar Motivasi Bisnis Pathway Bagi Pemuda Tani

Terpisah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya mengingatkan dalam menghadapi kondisi pertanian masa kini dan masa yang akan datang, dituntut kehadiran penyuluh yang kompeten dan profesional, yang menumbuhkan dinamika kelompok sehingga mampu mengubah perilaku petani ke arah lebih baik.

"Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, penyuluh harus diberdayakan dan difasilitasi serta diimbangi dengan fungsi-fungsi lain seperti pelayanan dan pengaturan," kata Bustanul yang juga menjabat Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] SIMURP.

Menurutnya, pemberdayaan didukung fasilitas bagi penyuluh sehingga kegiatan penyuluhan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat yang efektif dalam mendukung pertanian mencapai kemandirian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×