kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kementan tegaskan tahun ini tidak ada impor beras


Jumat, 28 Maret 2014 / 14:25 WIB
Kementan tegaskan tahun ini tidak ada impor beras
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan kembali melemah pada Senin (7/11). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) optimis tahun 2014 ini Indonesia tidak akan impor beras medium. Hal tersebut dikarenakan hinga akhir tahun ini suplus beras yang diproduksi di dalam negeri mencapai 8 juta ton.

Rusman Heriawan Wakil Menteri Pertanian mengatakan, kemarau basah yang melanda Indonesia turut berpengaruh terhadap produksi padi dalam negeri. "Karena kemaraunya basah dan orang lebih berkeinginan tanam padi," kata Rusman, Jumat (28/3).

Sebelumnya, pada awal Maret ini perum Bulog klaim stok beras yang dimiliki masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan kedepan. Saat itu, stok beras Bulog tercatat mencapai 1,7 juta ton.

Sutarto Alimoeso Direktur Utama Perum Bulog mengatakan, dengan stok tersebut maka belum saatnya untuk melakukan impor. "Belum (impor). Kita akan tambah dari dalam negeri," kata Sutarto.

Stok yang ada digudang Bulog tersebut berasal dari cadangan ditahun 2013 lalu serta pengadaan yang dilakukan oleh Bulog setiap hari. Setidaknya, hingga awal Maret lalu penyerapan beras Bulog telah mencapai 34.000 ton.

Untuk sisa kebutuhan beras tiga bulan setelahnya dengan perkirakaan sebanyak 750.000 ton, Sutarto tetap optimis dapat dipenuhi dari pengadaan dari dalam negeri. Hal ini didukung oleh kondisi musim yang cenderung normal pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×