Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dirjen Minerba Tri Winarno mengakui bahwa Hari Operasi Pembangkit (HOP) listrik atau ketahanan stok bahan bakar (batubara) PLTU telah menyentuh 6 hari. Artinya, pasokan PLTU tidak aman.
“Sebenarnya sudah gak aman itu, tapi kita bareng-bareng sama PLN (memenuhi kebutuhan batubara),” ungkap Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (09/03/2026).
Di sisi lain, Tri menyebut bahwa penugasan supplier batubara dari Kementerian ESDM untuk PLTU akan berjalan berdasarkan pada permintaan dari PLN.
“Prinsipnya, penugasan apapun itu kan PLN yang minta ke kami, bukan kami yang propose (ke PLN). Jadi PLN yang minta,” ungkap Tri.
Baca Juga: PLN Ungkap Ketahanan Bahan Bakar PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang di Atas 10 Hari
Lebih lanjut, Tri bilang perubahan harga batubara untuk Domestic Market Obligation (DMO) belum berlaku tahun ini. Alias masih berlaku harga US$ 70 per ton batubara untuk DMO.
“Belum, belum,” tambahnya.
PT Paiton Energy, perusahaan yang mengoperasikan PLTU Paiton, sebelumnya mengungkap adanya peningkatan permintaan produksi listrik dari PLN jauh melebihi rencana sebelumnya.
Chief Financial Officer (CFO) PT Paiton Energy, Bayu Anggoro Widyanto mengatakan kondisi ini menyebabkan tingkat konsumsi batubara meningkat secara signifikan. Sehingga stokbatu bara menurun dengan cepat dan memaksa pihaknya melakukan penyesuaian pada tingkat produksi.
Per hari ini, Jumat (06/03/2026), Hari Operasi Pembangkit (HOP) listrik atau ketahanan stok bahan bakar (batubara) PLTU Paiton telah menyentuh angka 6 hari.
“Per hari ini, stok batubara PLTU Paiton Energy berada pada kisaran 6 hari HOP,” ungkapnya kepada Kontan, Jumat (06/03/2026).
Di sisi lain, Bayu menyebut saat ini terdapat beberapa kendala cuaca yang sempat menyebabkan keterlambatan pengiriman batu bara ke PLTU Paiton. Namun secara umum, pasokan batu bara ke PLTU masih berlangsung sesuai dengan rencana pengiriman yang telah disepakati dengan pemasok.
Baca Juga: Pasokan Batubara PLTU Terbesar di Asia Tenggara Terdampak Pemangkasan RKAB
“Permasalahan utama yang kami hadapi saat ini adalah tingginya permintaan produksi listrik dari PLN yang jauh melebihi perencanaan operasi PLN sebelumnya,” kata dia.
Adapun terkait pasokan batubara, Bayu mengakui bahwa pasokan batubara yang diterima PLTU Paiton masih berada di bawah kebutuhan yang diperlukan.
“Apabila tingkat permintaan produksi listrik dari PLN tetap tinggi hingga akhir tahun, maka kebutuhan batubara PLTU Paiton Energy diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton. Sementara itu, volume batubara yang telah terkontrak saat ini hanya sekitar 6,7 juta ton, sehingga masih terdapat potensi kekurangan pasokan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- batu bara
- Kementerian Esdm
- Pasokan listrik
- PLN
- PLTU Paiton
- Tri Winarno
- DMO Batu Bara
- Hari Operasi Pembangkit
- stok batu bara PLTU
- ketahanan energi listrik
- krisis pasokan batu bara
- PLTU Paiton Energy
- harga batu bara DMO
- defisit batu bara
- Hari Operasi Pembangkit (HOP)
- masalah cuaca pengiriman batu bara













