kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kementerian ESDM Matangkan Uji CNG Merah Putih, Subsidi LPG Diklaim Bisa Turun 30%


Senin, 29 Juni 2026 / 17:38 WIB
Kementerian ESDM Matangkan Uji CNG Merah Putih, Subsidi LPG Diklaim Bisa Turun 30%
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman (Kontan/arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan persiapan peluncuran Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga.

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menekan beban subsidi energi sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan tahapan akhir pengujian terhadap prototipe tabung CNG Merah Putih sebelum nantinya didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat.

Pengujian tersebut difokuskan untuk memastikan aspek keselamatan penggunaan, terutama karena tabung yang digunakan mengadopsi teknologi komposit ringan tipe 4 yang seluruh komponennya masih diimpor dari China.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan proses pengadaan tabung beserta komponen katup (valve) masih berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: PGN (PGAS) Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah Soal Evaluasi Harga LNG untuk Industri

"Pak Menteri kan kemarin mengumumkan tabung merah putih," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Laode menjelaskan, seluruh pasokan tabung komposit tipe 4 tersebut saat ini masih berasal dari China. Pemerintah menargetkan satu tahapan pengujian terakhir dapat dilaksanakan pada Juli 2026 agar implementasi program bisa segera dilakukan setelah seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi.

Menurut dia, sebanyak belasan unit prototipe akan disiapkan untuk menjalani serangkaian pengujian. Kapasitas tabung tersebut dirancang setara dengan tabung LPG 3 kilogram yang selama ini digunakan masyarakat.

"Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototipe untuk diuji. Jadi diuji itu belasan lah, mungkin sekitar 15. Ya, setara 3 kilogram LPG," jelasnya.

Tabung Komposit Dirancang Lebih Ringan

Pemerintah memilih menggunakan material komposit tipe 4 karena memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan tabung baja konvensional. Desain tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman penggunaan yang tidak berbeda dengan tabung LPG 3 kilogram sehingga lebih mudah diterima masyarakat.

Laode mengatakan aspek kenyamanan pengguna menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan CNG Merah Putih. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar efisiensi energi, tetapi juga memastikan tabung baru tetap praktis digunakan oleh rumah tangga.

"Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan, agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, nggak. Jadi seperti itu, kita samakan sehingga nanti pada saat pemanfaatannya atau penggunaannya pun di rumah tangga lebih mudah," tuturnya.

Uji Keselamatan Dipusatkan di Lemigas

Tahapan pengujian akan dilakukan di fasilitas Lemigas dengan fokus utama pada aspek keamanan tabung dan sistem katup. Pemerintah ingin memastikan ketahanan material terhadap tekanan tinggi serta keandalan teknologi katup yang menjadi bagian penting dari sistem penyimpanan CNG.

Laode menjelaskan, teknologi yang digunakan merupakan integrasi antara tabung dan valve yang diproduksi di China sehingga perlu melalui satu tahapan pengujian tambahan sebelum dapat digunakan secara luas.

Baca Juga: Menteri Maman: Platform E-Commerce Siap Beri Diskon Biaya Layanan 50% bagi Seller UMK

"Kita uji di Lemigas, dia kan harus ada uji tekanan. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Kan di China itu penggabungan antara tabung sama valve-nya. Jadi valve ini seperti yang sampaikan Pak Menteri ada teknologi. Ya maksudnya (uji) satu tahap lagi sudah bisa (implementasikan)," kata Laode.

Menurutnya, keberhasilan pengujian ini akan menjadi penentu kesiapan implementasi CNG Merah Putih sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga.

Berpotensi Pangkas Subsidi Hingga 30%

Selain meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, pemerintah juga menilai penggunaan CNG Merah Putih berpotensi memberikan efisiensi fiskal yang cukup besar. Meski simulasi harga jual kepada masyarakat direncanakan setara dengan LPG komersial saat ini, beban subsidi negara diperkirakan tetap dapat ditekan.

Laode mengatakan, berdasarkan simulasi yang dilakukan pemerintah, penghematan subsidi dapat mencapai sekitar 30% apabila program ini berjalan sesuai rencana.

"Sama dengan harganya sama, sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×