kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kementerian ESDM ogah komentari kelanjutan proyek Blok Masela dan proyek IDD


Rabu, 05 Agustus 2020 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Peta blok Masela


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih enggan buka suara soal kelanjutan dua proyek migas jumbo yakni Blok Masela dan Indonesia Deep Water Development (IDD).

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial enggan menanggapi pertanyaan awak media dalam sesi konferensi pers Rabu siang (5/8).

Disisi lain, kelanjutan nasib Blok Masela kini berada pada tangan Kementerian ESDM.

Baca Juga: SKK Migas menunggu surat resmi dari Chevron terkait rencana hengkang dari Blok IDD

Sehari sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, sejauh ini perizinan baru diberikan Kementerian ESDM untuk investor yang beroperasi di dalam negeri.

"Iya ada (yang berminat). Kan perlu persetujuan ESDM yang overseas (luar negeri) belum dapat persetujuan," ungkap Dwi di Jakarta, Selasa (4/8).

Dwi menambahkan, sejauh ini sudah ada perusahaan dari luar yang menyatakan minat. Sayangnya, ia masih enggan merinci mengenai hal tersebut.

Dwi mengakui, kondisi pandemi covid-19 menjadi penghambat dalam proses open data. Pasalnya, selama ini para calon investor yang tertarik akan datang ke Indonesia untuk melihat data potensi blok migas.

Sementara itu, nasib pengembangan tahap II Blok IDD juga masih belum menemui kepastian. Chevron Pacific Indonesia telah memastikan tidak akan melanjutkan proyek tersebut.

Sebelumnya, Manager Corporate Communication Chevron Pacific Indonesia, Sonitha Poernomo bilang, kondisi tersebut membuat pengembangan tahap II blok tersebut berpotensi tidak mempunyai cukup modal.

"IDD Tahap II tidak dapat bersaing untuk mendapatkan modal dalam portofolio global Chevron. Kami percaya proyek ini akan memiliki nilai untuk operator lain," tutur Soenitha kepada Kontan.co.id, Kamis (23/7).

Baca Juga: Catat! Kepala SKK Migas sebut pengganti Chevron di proyek IDD sudah ada

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×